Persija Jakarta mengalahkan Persib 2-1 di GBK. Gol dramatis Ivan Mamut mengubah duel panas menjadi kemenangan penting dalam persaingan Super League.
INDONESIAONLINE – Jakarta kembali menjadi panggung besar rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung. Setelah bertahun-tahun tidak bisa menggelar duel kandang kontra Maung Bandung di ibu kota, Macan Kemayoran akhirnya menutup penantian itu dengan kemenangan dramatis.
Persija menang 2-1 atas Persib pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026). Gol Ivan Mamut pada masa tambahan waktu menjadi pembeda setelah pertandingan nyaris berakhir imbang.
Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin. Persija kini mengantongi enam poin dari dua pertandingan dan langsung menempatkan diri dalam persaingan papan atas. Shin Tae-yong bahkan melihat dua kemenangan awal ini sebagai modal penting untuk perjalanan panjang menuju target juara.
Drama 90 Menit yang Berubah pada Pengujung Laga
Persija membuka pertandingan dengan tekanan tinggi. Alexander Jeremejeff kembali menjadi ancaman utama setelah sebelumnya mencetak gol kemenangan ketika Persija menundukkan Borneo FC 1-0 pada pekan pertama.
Tekanan Macan Kemayoran akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-41. Jeremejeff memanfaatkan peluang yang datang untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan hingga akhir. Persib meningkatkan intensitas permainan setelah jeda. Kebangkitan Maung Bandung mencapai puncaknya pada menit ke-81 ketika Balsa Sekulic mencetak gol penyama kedudukan.
Dalam situasi 1-1, pertandingan memasuki fase paling menentukan. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan, tetapi Persija akhirnya menemukan celah pada detik-detik terakhir.
Ivan Mamut, pemain anyar yang baru diumumkan Persija dua hari sebelum pertandingan, muncul sebagai penentu. Sundulannya pada menit 90+5 memanfaatkan umpan silang Stjepan Loncar membuat SUGBK bergemuruh. Persija menang 2-1.
Laga tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Persija atas Persib dalam sekitar tiga tahun. Lebih penting lagi, kemenangan diperoleh di Jakarta, setelah Persija tidak dapat menjamu Persib di ibu kota selama tujuh tahun. Pertemuan terakhir kedua tim di SUGBK sebelum laga ini terjadi pada 10 Juli 2019 dan berakhir 1-1.
Hampir 60 ribu Jakmania menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Angka itu memperlihatkan besarnya daya tarik duel dua klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia sekaligus mempertegas bahwa Persija-Persib bukan pertandingan biasa dalam kalender kompetisi nasional.
Bagi Shin Tae-yong, kemenangan ini punya arti lebih jauh. Persija sebelumnya juga berhasil mengalahkan Borneo FC, tim yang finis sebagai runner-up musim lalu. Setelah itu, Persija menaklukkan Persib, juara musim sebelumnya.
“Begitu liga dimulai, kita langsung menjalani laga away melawan Borneo (peringkat 2 musim lalu) dan laga home melawan Persib Bandung (juara musim lalu). Dengan meraih kemenangan di kedua laga ini, perjalanan kita mengarungi liga ke depannya diharapkan bisa menjadi lebih lancar,” kata STY dalam jumpa pers setelah pertandingan.
Shin juga menilai performa Persija mengalami peningkatan dibandingkan laga pertama. Persija memang belum sempurna, terutama dalam penyelesaian akhir, tetapi kemampuan menciptakan peluang dinilai lebih baik.
“Para pemain tampil sangat baik. Performa hari ini jauh lebih baik dibanding saat melawan Borneo, kesalahan umpan berkurang dan peluang yang diciptakan lebih banyak. Meski demikian, penyelesaian akhir masih perlu kita tingkatkan lagi,” ucap STY.
Persib Kehilangan Momentum Setelah Menyamakan Skor
Dari sisi Persib, kekalahan ini menjadi pukulan karena datang setelah start positif. Maung Bandung sebelumnya mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-1 pada pertandingan pembuka musim.
Artinya, Persib sebenarnya datang ke Jakarta dengan modal tiga poin. Namun, keunggulan pengalaman dan momentum tersebut tidak mampu dipertahankan ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Pelatih Persib Igor Tolic mengakui timnya tidak bermain sesuai harapan, terutama pada satu jam pertama pertandingan. Persib baru tampil lebih agresif pada 30 menit terakhir dan mampu mencetak gol penyama.
“Pertama-tama minta maaf untuk fans semua, Bobotoh. Di 60 menit pertama kita tidak bermain bagus, tapi 30 menit terakhir kita menunjukkan kalau kita layak seperti halnya Persib bermain. Kita bisa ada pressing di situ, kita bisa berani untuk ambil risiko,” kata Igor usai laga.
Permasalahan Persib semakin terlihat ketika pertandingan sebenarnya sudah berada dalam genggaman untuk menghasilkan satu poin. Gol Balsa Sekulic pada menit ke-81 sempat mengubah arah pertandingan. Tetapi konsentrasi di penghujung laga kembali menjadi persoalan.
Igor memilih tidak menunjuk pemain tertentu sebagai penyebab kekalahan. Ia mengakui ada sejumlah kesalahan kecil yang terjadi dan memberikan apresiasi kepada Persija.
“Ada sedikit miss-lah di pertandingan tapi tidak terlalu banyak. Terakhir, selamat untuk Persija, lama dia tidak menang dengan kita,” ujarnya.
Secara historis, hasil tersebut juga memutus rangkaian positif Persib dalam beberapa pertemuan terakhir. Data I.League menunjukkan sebelum laga 12 September, Persib memenangi dua pertemuan terakhir melawan Persija pada Januari dan Mei 2026, masing-masing dengan skor 1-0 dan 2-1.
Kemenangan di SUGBK karena itu menjadi lebih dari sekadar kemenangan pekan kedua bagi Persija. Macan Kemayoran memperoleh enam poin sempurna dari dua laga, sekaligus mengalahkan dua tim yang berada dalam kelompok elite musim sebelumnya.
Persija selanjutnya dijadwalkan menghadapi Java United pada Sabtu (19/9). Sementara Persib akan berusaha bangkit pada pertandingan berikutnya setelah kehilangan tiga poin di Jakarta.
Bagi Persija, pekerjaan Shin Tae-yong kini bukan sekadar menjaga momentum. Tantangan sebenarnya adalah membuktikan bahwa dua kemenangan awal tersebut merupakan fondasi konsisten menuju perebutan gelar, bukan sekadar efek dramatis dari sebuah El Clasico Indonesia.
Bagi Persib, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan teknis dan hasil positif pada pekan pembuka tidak cukup. Dalam pertandingan sebesar Persija versus Persib, satu kelengahan pada menit terakhir bisa menghapus perjuangan selama hampir 90 menit.
