Beranda

Ini Klarifikasi Iis Dahlia setelah Dituduh Mengintimidasi Anak Denada

Ini Klarifikasi Iis Dahlia setelah Dituduh Mengintimidasi Anak Denada

INDONESIAONLINE – Penyanyi dangdut senior Iis Dahlia akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan bahwa dirinya mengintimidasi Ressa Rizky Rossano. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah kuasa hukum Ressa melontarkan kritik keras kepada Iis Dahlia dan Irfan Hakim yang dinilai membela Denada secara sepihak.

Seperti diberitakan, Ressa adalah pemuda asal Banyuwangi yang kemudian mengaku sebagai anak kandung artis Denada. Ressa baru tahu dirinya anak kandung Denada baru-baru ini. Sejak bayi sampai dewasa, dia dirawat adik Emilia Contessa, ibu Denada. Denada akhirnya juga mengakui Ressa sebagai anak kadungnya.

Sebelumnya, Iis Dahlia sempat mengunggah foto kebersamaannya dengan Ressa. Di sisi lain, Iis juga dikenal memiliki hubungan pertemanan dengan Denada dan berada dalam satu lingkaran acara yang sama. Hal inilah yang kemudian memicu polemik.

Kuasa hukum Ressa, Andika Meigista, menuding kliennya mengalami tekanan psikis dari sejumlah rekan Denada saat menghadiri sebuah acara di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Ressa juga disebut-sebut dituduh sebagai pemicu munculnya seruan boikot terhadap Denada.

Menanggapi tudingan tersebut, Iis Dahlia membantah keras adanya intimidasi. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang dilihat pada Senin (2/2/2026), Iis menegaskan dirinya tidak pernah mengaitkan Ressa dengan isu boikot terhadap Denada.

“Saya mau menjelaskan bahwa apa yang disebutkan itu tidak pernah terjadi. Saya tidak pernah mengatakan Denada diboikot karena Ressa. Ada saksi-saksi di lokasi, seperti Caren Delano dan juga suami Shella yang turut mengundang Ressa ke acara tersebut,” ungkap Iis.

Iis kemudian memaparkan kronologi pertemuannya dengan Ressa dalam acara fashion show tersebut. Ia menegaskan kehadirannya murni karena undangan dan sama sekali tidak bertujuan menekan atau mengintimidasi siapa pun.

“Saya datang karena undangan Shella Saukia untuk menghadiri fashion show. Ivan Gunawan juga terlibat sebagai penyelenggara. Karena saya berteman dekat dengan Shella, saya punya akses ke belakang panggung,” jelasnya.

Ia mengaku bertemu Ressa secara tidak sengaja ketika hendak menuju lokasi acara. Iis menyebut dirinya menyapa Ressa semata-mata karena rasa empati, mengingat isu yang sedang ramai diperbincangkan publik.

“Di perjalanan menuju venue, saya melihat Ressa sedang berjalan. Saya menghampirinya karena empati, apalagi dia juga teman kerja saya dan situasinya sedang jadi perhatian banyak orang,” lanjutnya.

Iis Dahlia mengaku terkejut ketika sikapnya justru dianggap sebagai bentuk intimidasi. Sebagai seorang ibu, ia mengatakan pendekatannya dilakukan secara manusiawi.
“Saya mendekati dia sebagai seorang ibu. Sebelum saya bicara, justru suami Shella yang lebih dulu memberi arahan soal penampilannya karena Ressa katanya setelah fashion show akan live TikTok,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat itu suasana berlangsung santai,  bahkan diselingi candaan dari orang-orang di sekitar. “Ketika saya mengelus-ngelus dia, Caren malah bercanda, ‘Ngapain sih Ma nangis-nangis, dasar nenek-nenek’. Jadi suasananya sama sekali tidak tegang,” ujarnya.

Iis menegaskan tidak ada ucapan atau sikap yang mengarah pada teror maupun intimidasi. Ia justru berusaha memberikan dukungan moral kepada Ressa.

“Sama sekali tidak ada kata-kata yang mengintimidasi. Saya malah menyemangati dia karena sekarang pekerjaannya di dunia digital lagi banyak dan harus sering berhadapan dengan kamera. Saya bilang, ‘alhamdulillah kamu sekarang lagi banyak berkah’,” ucap Iis Dahlia.

Irfan Hakim Juga Buka Suara

Presenter Irfan Hakim juga angkat bicara setelah menjadi sasaran kritik warganet karena dinilai membela Denada dalam polemik pengakuan anak. Irfan mengaku tidak menutup mata terhadap hujatan yang ramai diarahkan kepadanya di media sosial.

Melalui sebuah video yang direkam saat berada di Ciamis dan diunggah ke akun Instagram pribadinya, Irfan mengakui banyak komentar negatif yang menuding dirinya telah menormalisasi hubungan ibu dan anak yang dianggap bermasalah. “Jujur saya juga bingung kenapa arah komentarnya jadi ke saya. Saya tahu banyak yang kecewa. Kesannya saya seolah membenarkan hubungan ibu dan anak yang tidak jelas,” ujar Irfan.

Irfan menjelaskan bahwa kesalahpahaman tersebut muncul akibat framing yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan wawancaranya dengan Hotman Paris yang beredar di FYP dilakukan pada 20 Januari 2026, jauh sebelum Ressa Rizky Rossano muncul dalam podcast Denny Sumargo.

Menurut Irfan, pada saat wawancara itu berlangsung,, publik masih mempertanyakan banyak hal terkait pengakuan Ressa. Mulai dari alasan baru muncul di usia 24 tahun, permintaan tanggung jawab kepada ibu, hingga keberadaan sosok ayah dan status hubungan orang tuanya. “Waktu itu pertanyaan netizen masih seputar, kenapa ke ibunya, bukan ke bapaknya? Bapaknya ke mana? Benarkah ini anaknya Denada? Itu yang ramai,” jelas Irfan.

Ia pun mengungkapkan bahwa pertanyaan tersebut turut ia sampaikan kepada Hotman Paris. Dalam penjelasannya, Hotman menyebutkan tanggung jawab orang tua bergantung pada status pernikahan saat anak dilahirkan.

“Bang Hotman menjelaskan, kalau lahir dari pernikahan resmi, maka tanggung jawab ada pada bapaknya. Kalau diduga lahir di luar pernikahan, maka tanggung jawab ada pada ibunya,” sambung Irfan.

Namun, Irfan menilai muncul kesan seolah-olah pernyataannya disampaikan setelah Ressa buka suara di podcast, sehingga dirinya dianggap memihak salah satu pihak. “Seakan-akan saya berkomentar setelah pengakuan Ressa dan berada di salah satu kubu. Padahal jelas, kalau ibu tidak mengurus anaknya, itu salah. Begitu juga kalau komunikasi ibu dan anak tidak berjalan baik, itu juga keliru,” tegasnya.

Irfan Hakim menambahkan, dirinya bersyukur bisa mendengar cerita dari kedua belah pihak. Ia menekankan bahwa Denada maupun Ressa sama-sama memiliki hak untuk menyampaikan versi masing-masing.

“Mungkin saya diberi kesempatan mendengarkan dari dua sisi. Saya mendengar dari podcast dan saya juga menerima cerita dari pihak Denada yang tidak bisa disebarluaskan. Saya tidak berpihak ke siapa pun,” ungkapnya. (ars/hel)

 

 

Exit mobile version