Beranda

Ledakan Malam Hari di Singosari, Enam Luka-Luka dan Sejumlah Rumah Rusak

Ledakan Malam Hari di Singosari, Enam Luka-Luka dan Sejumlah Rumah Rusak
Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan yang diduga berasal dari petasan di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (ist)

INDONESIAONLINE – Kesunyian di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berubah menjadi kehebohan pada Minggu (24/5/2026). Pemicunya, tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat di duaun tersebut.

Ledakan itu diduga bersumber dari petasan yang ada di dalam salah satu rumah warga. Ledakan yang memiliki daya ledak tinggi tersebut  mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak.

Di sisi lain, enam korban yang diduga merupakan satu anggota keluarga mengalami luka-luka cukup parah dalam insiden ledakan tersebut.

Diketahui, rumah yang dihuni oleh satu anggota keluarga yang mengalami luka bakar hingga lecet tersebut mengalami kerusakan paling parah. Terpantau rumah tersebut porak-poranda hingga nyaris rata dengan tanah.

Hingga hari ini, Selasa (26/5/2026), pihak kepolisian masih menyelidiki sumber ledakan yang mengakibatkan kerusakan rumah hingga sejumlah korban luka-luka tersebut. Penyelidikan turut melibatkan personel gabungan dari Polres Malang dan Polda Jawa Timur serta sejumlah unsur kepolisian terkait.

Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin mengatakan,  ledakan terjadi pada Minggu (24/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. “Ledakan yang diduga berasal dari petasan tersebut  mengakibatkan kerusakan rumah yang ditaksir menyebabkan kerugian material kurang lebih mencapai Rp125 juta,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurut  Zainuddin, ledakan tersebut juga mengakibatkan enam orang mengalami luka-luka. Para korban  merupakan satu anggota keluarga. “Iya, sekeluarga, dugaan awal demikian,” ucapnya.

Dari enam korban luka-luka tersebut, satu mengalami luka berat berupa luka bakar di sekujur tubuhnya. Sedangkan para korban lainnya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan kepala.

Sesaat setelah kejadian, para korban telah dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. “Kasusnya sampai dengan saat ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (alp/hel)

Exit mobile version