Beranda

Mahasiswa Teknik Mesin FST UIN Malang Kembangkan Teknologi Tenaga Surya Pendeteksi Dini Hama Padi

Tim Teknik Mesin FST UIN Malang yang mengembangkan teknologi cerdas untuk membantu petani mendeteksi serangan hama padi lebih dini. (ist)

INDONESIAONLINE – Karya inovatif kembali dikembangkan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kini mereka tengah mengembangkan teknologi cerdas untuk membantu petani mendeteksi serangan hama padi lebih dini. Inovasi tersebut disiapkan dalam rangka mengikuti Lomba Riset Kompetitif Mahasiswa (RKM) FST Tahun 2026.

Tim mahasiswa yang terdiri dari Nur Rizal Wahid, Azam Zamzami, Tito Jaya Wardana, Gading Aerlangga Chrisna, dan Mochammad Raden Isya Al Faqih Hasani itu mengusung penelitian bertajuk “Implementasi Light Trap Solar-Timer untuk Sistem Peringatan Dini Hama Padi di Kecamatan Mojoagung.” Penelitian ini dibimbing oleh dosen Teknik Mesin FST UIN Malang Dhanang Suryo Prayogo ST MT.

Sebagai langkah awal riset, para mahasiswa melakukan survei langsung ke kawasan persawahan di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Observasi lapangan dilakukan guna mengumpulkan data mengenai kondisi pertanian, pola serangan hama padi, serta kebutuhan petani terhadap teknologi pemantauan hama yang praktis dan efektif.

Wilayah Mojoagung dipilih karena dikenal sebagai salah satu daerah pertanian yang cukup rentan terhadap serangan hama, terutama wereng batang cokelat dan penggerek batang padi. Kedua jenis hama tersebut selama ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas hasil panen petani.

Selain melakukan pengamatan lapangan, tim mahasiswa juga mendapatkan pendampingan intensif dari dosen pembimbing dan jajaran dosen Teknik Mesin FST UIN Malang. Bimbingan mencakup penyusunan proposal, penguatan teori penelitian, penyempurnaan metodologi, hingga desain sistem mekanik dan kelistrikan untuk prototipe alat yang akan dikembangkan.

Teknologi yang dirancang berupa Light Trap Solar-Timer, yaitu perangkap hama berbasis cahaya yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama dan dilengkapi sistem pengatur waktu otomatis. Alat ini diharapkan mampu membantu petani memantau populasi hama nokturnal secara lebih efektif sehingga dapat menjadi sistem peringatan dini sebelum serangan meluas.

Keunggulan utama teknologi tersebut adalah kemampuannya beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik maupun koneksi internet. Selain hemat energi, pemanfaatan tenaga surya juga membuat alat lebih ramah lingkungan dan cocok diterapkan di kawasan pertanian pedesaan.

Dosen pembimbing penelitian, Dhanang Suryo Prayogo, menilai kegiatan survei lapangan menjadi tahapan penting agar riset yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa perlu memahami kondisi riil di lapangan agar solusi teknologi yang dikembangkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.

Melalui kegiatan penelitian ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif, tetapi juga didorong menciptakan inovasi yang mampu menjawab persoalan di sektor pertanian. Pengembangan teknologi peringatan dini hama tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Program Studi Teknik Mesin FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sendiri terus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam bidang penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Partisipasi dalam Lomba Riset Kompetitif Mahasiswa 2026 diharapkan melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (ars/hel)

Exit mobile version