Beranda

Peningkatan Kapasitas Bidan: FK UM Optimalkan Deteksi Dini Kanker Serviks Bersama KRI Budi Asih Turen

Tim Pengabdian Masyarakat FK UM bersama para bidan peserta pelatihan pap smear di KRI Budi Asih Turen. (ist)

INDONESIAONLINE – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, FK UM menggelar pelatihan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Bidan dalam Pemeriksaan Pap Smear untuk Optimalisasi Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur di Kabupaten Malang” bekerja sama dengan Klinik Rawat Inap (KRI) Budi Asih Turen.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026) di KRI Budi Asih, Jalan Tendean Nomor 3, Turen, Kabupaten Malang, itu diikuti 30 bidan yang bertugas di lingkungan KRI Budi Asih. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para bidan dalam melakukan pemeriksaan pap smear secara benar, aman, dan berkualitas sehingga deteksi dini kanker serviks dapat menjadi bagian dari layanan kesehatan rutin.

Tim Pengabdian Masyarakat FK UM dipimpin dr Hilma Tsurayya Iftitahurroza MHPE dengan anggota dr Dyta Loverita SpOG dan dr Deka Miftalia Anugrah Putri SpPA. Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran UM juga turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sebelum sesi edukasi dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mengenai pemeriksaan pap smear dan deteksi dini kanker serviks.

Acara dibuka  panitia, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala KRI Budi Asih Turen Shanti Woelandari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di wilayahnya.

“Kami mengapresiasi kepedulian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya para bidan, melalui pelatihan pemeriksaan pap smear ini,” ujar Shanti Woelandari.

Sementara itu, Tim Pengabdian FK UM yang diwakili dr Deka Miftalia Anugrah Putri SpPA menyampaikan sambutan sebelum kegiatan inti dimulai. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada pihak KRI Budi Asih sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, disusul sesi dokumentasi bersama.

Materi pelatihan disampaikan dalam dua sesi. Sesi pertama dibawakan dr Hilma Tsurayya Iftitahurroza MHPE. Sedangkan sesi kedua disampaikan oleh dr Dyta Loverita SpOG. Kedua narasumber mengulas berbagai aspek mengenai kanker serviks, mulai dari konsep dasar penyakit, pentingnya skrining, hingga teknik pemeriksaan pap smear yang sesuai standar.

Dalam pemaparannya, Tim Pengabdian Masyarakat FK UM menegaskan bahwa bidan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer dalam upaya promotif, preventif, dan deteksi dini kanker serviks. Peran bidan sangat penting dalam upaya promotif, preventif, dan deteksi dini kanker serviks melalui edukasi, konseling, serta pelaksanaan skrining sesuai kewenangan yang dimiliki,” ujar Tim Pengabdian Masyarakat FK UM dalam penyampaian materi.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para bidan aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai kasus yang ditemui di lapangan.

Setelah sesi teori selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung (hands on) pemeriksaan pap smear sebagai bagian dari penguatan keterampilan teknis.

Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, para peserta diharapkan semakin percaya diri dan mampu melakukan pengambilan sampel pap smear secara tepat sehingga kualitas layanan skrining kanker serviks di fasilitas kesehatan primer dapat terus meningkat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yakni Good Health and Well-being. Dengan meningkatnya kapasitas bidan, diharapkan cakupan deteksi dini kanker serviks di wilayah Turen dan sekitarnya semakin luas sehingga angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan. (rds/hel)

Exit mobile version