INDONESIAONLINE – Sebuah pesawat bermesin ganda yang mengangkut belasan penumpang, termasuk anggota parlemen atau DPR Kolombia, mengalami kecelakaan fatal di kawasan pegunungan dekat perbatasan Venezuela. Tidak ada korban selamat dalam tragedi tersebut.
Pesawat yang dioperasikan maskapai penerbangan milik negara Kolombia, Satena, itu jatuh pada Rabu (28/1) di wilayah Pegunungan Andes. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 15 orang dinyatakan meninggal dunia.
Mengutip laporan AFP, pesawat jenis Beechcraft 1900 itu lepas landas dari kota perbatasan Cúcuta dan dijadwalkan mendarat di Ocaña dengan durasi penerbangan sekitar 23 menit. Namun, pesawat dilaporkan kehilangan komunikasi dengan menara pengawas tidak lama sebelum waktu pendaratan.
Otoritas penerbangan Kolombia menyebut dalam penerbangan tersebut, terdapat 13 penumpang dan dua awak. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan dan belum diumumkan secara resmi.
Pemerintah setempat telah mengerahkan Angkatan Udara Kolombia untuk membantu pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian yang memiliki medan sulit. Gubernur Santander Utara William Villamizar mengatakan sejauh ini tujuh jenazah telah berhasil ditemukan.
Di antara korban tewas, terdapat anggota DPR Kolombia Diogenes Quintero serta seorang politikus lainnya, Carlos Salcedo. Proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (rds/hel)
