Beranda

Prancis Andalkan Trisula Mematikan, Spanyol Bertumpu pada Soliditas Tim

Semifinal Piala Dunia 2026

Pemain Spanyol bakal terlibat duel sengit melawan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. (reuters)

INDONESIAONLINE – Semifinal Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola Eropa, Prancis dan Spanyol, dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim akan berebut satu tiket menuju partai final saat bertanding di Stadion Dallas, Texas, Rabu (15/7) dini hari WIB.

Jelang laga tersebut, Prancis datang dengan modal lini serang yang sedang tampil ciamik. Sebaliknya, Spanyol menghadapi tantangan setelah performa dua pemain andalannya, Lamine Yamal dan Nico Williams, belum mencapai level terbaik.

Kombinasi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise menjadi senjata utama Les Bleus sepanjang turnamen. Ketiganya telah berkontribusi dalam 23 gol, melampaui torehan trio legendaris Brasil, Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho, yang mencatatkan 20 kontribusi gol saat membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia 2002.

Mbappe memimpin produktivitas dengan delapan gol. Sementara Dembele telah mencetak lima gol. Keduanya menjadi rekan setim pertama sejak Ronaldo dan Rivaldo pada 2002 yang sama-sama mampu mengoleksi sedikitnya lima gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Tak hanya tajam, Mbappe dan Dembele juga menunjukkan kerja sama yang solid. Keduanya telah enam kali saling memberi assist di level internasional, termasuk empat dari lima assist terakhir Dembele yang berbuah gol Mbappe.

Michael Olise juga tampil impresif. Gelandang Bayern Munchen itu sudah membukukan lima assist di Piala Dunia 2026, hanya terpaut satu assist dari rekor Pele yang mencatat enam assist pada Piala Dunia 1970.

Di kubu Spanyol, Lamine Yamal belum mampu mengulangi performa gemilangnya seperti saat menjadi pemain muda terbaik Euro 2024. Dari enam pertandingan yang dijalani di Piala Dunia 2026, pemain berusia 18 tahun itu baru mencetak satu gol tanpa satu pun assist. Satu-satunya gol Yamal lahir saat Spanyol menang 4-0 atas Arab Saudi di fase grup.

Penurunan performa Yamal diduga berkaitan dengan cedera hamstring yang dialaminya ketika memperkuat Barcelona pada April lalu.

Situasi serupa dialami Nico Williams. Winger Athletic Bilbao itu mengalami cedera otot aduktor kanan usai menerima tekel keras Nicolas de la Cruz pada laga melawan Uruguay di fase grup. Cedera tersebut membuat Williams lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan sepanjang babak gugur.

Meski kehilangan ketajaman dua pemain sayapnya, Spanyol tetap menunjukkan kekuatan sebagai tim yang mengandalkan permainan kolektif di bawah arahan Luis de la Fuente. La Roja bahkan menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di antara empat semifinalis.

Untuk urusan mencetak gol, saat Yamal dan Williams belum tampil maksimal, Mikel Oyarzabal muncul sebagai alternatif di lini depan dengan koleksi empat gol. Mikel Merino juga kerap datang dari bangku cadangan dan mrnjadi penentua kemenangan Spanyol.

Di lini belakang, duet Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte tampil solid menjaga pertahanan. Sementara Marc Cucurella juga memberi kontribusi di sektor serang dengan mencatat dua assist sepanjang turnamen.

Spanyol tetap mempertahankan identitas permainan berbasis penguasaan bola dan akurasi umpan tinggi. Sebaliknya, Prancis mengandalkan kualitas individu para penyerangnya yang sedang berada dalam performa terbaik.

Secara statistik pertemuan, Spanyol memiliki catatan positif atas Prancis. La Roja memenangi dua pertemuan terakhir, yakni 2-1 pada semifinal Euro 2024 dan 5-4 pada semifinal UEFA Nations League 2025.

Pertandingan di Dallas akan menjadi pembuktian apakah ketajaman trisula Prancis mampu menembus pertahanan disiplin Spanyol, atau justru kolektivitas La Roja kembali menjadi kunci untuk mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026. (hsa/hel)

Exit mobile version