Beranda
Wisata  

Rudy Mas’ud Minta Perketat Pengawasan Kapal Pesiar di Wisata Bahari Berau

Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas'ud (ist)

INDONESIAONLINE – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) meminta pengawasan terhadap kapal-kapal pesiar yang memasuki kawasan wisata bahari di Kabupaten Berau diperketat. Tujuannya,  menjaga kelestarian lingkungan laut di kawasan wisata tersebut.

Menurut Rudy Mas’ud, pengelolaan kawasan wisata bahari berbasis konservasi harus menjadi perhatian bersama, termasuk mengatur aktivitas kapal agar tidak merusak ekosistem laut.

“Harus kita awasi dan atur kapal-kapal pesiar yang masuk ke kawasan wisata bahari Kaltim berbasis konservasi alam laut, terutama di Berau ini,” tegas dia.

Rudy Mas’ud menjelaskan, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah perlu membangun tambatan kapal atau fasilitas sandar bagi kapal wisata yang berkunjung ke destinasi bahari. Apalagi, kapal yang sandar bisa menjadi sumber pemasukan bagi daerah.

“Ini akan menjadi PAD (pendapatan asli daerah), terutama Berau yang memiliki banyak kawasan wisata bahari. Bahkan, keindahannya tidak kalah dengan negara-negara lain,” kata Rudy.

Karena itu, gubernur juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Berau untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kapal di kawasan wisata bahari.

Perlindungan Terumbu Karang

Rudy Mas’ud juga menegaskan pentingnya perlindungan terumbu karang di kawasan pesisir Berau sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus menopang sektor pariwisata dan mata pencaharian masyarakat.

Menurut Rudy, terumbu karang bukan hanya menjadi daya tarik wisata bahari, tetapi juga memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis biota laut serta pelindung alami pantai dari ancaman abrasi. “Jadi, tidak hanya indah dan menjadi daya tarik wisata. Terumbu karang juga merupakan sumber kehidupan bagi berbagai jenis ikan sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Tentu kita sangat melindungi kawasan pantai kita,” ujarnya. (ra/hel)

 

Exit mobile version