INDONESIAONLINE – Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menyentuh level Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Jumat (22 Mei 2026) pagi ini. Pelemahan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menunggu rilis data ekonomi domestik serta perkembangan geopolitik global.
Pagi ini, rupiah turun 32 poin atau 0,18 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Yuan China dan peso Filipina masih mampu menguat terhadap dolar AS. Sementara ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, hingga won Korea Selatan berada di zona merah.
Tekanan juga terjadi pada mata uang negara maju. Euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss sama-sama melemah terhadap dolar AS.
Analis mata uang dari doofinancial.com Lukman Leong menilai rupiah masih bergerak konsolidatif karena investor memilih wait and see terhadap sejumlah sentimen penting. Menurut dia, faktor yang menjadi perhatian pasar antara lain rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia kuartal I 2026, respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat, serta penguatan dolar AS di pasar globaL
“Kami memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini,” kata Lukman. (ars/hel)
