Beranda

Sosialisasi Program Erasmus+ di UIN Malang Dorong Sivitas Akademika Perluas Kompetensi Internasional

Sosialisasi Program Erasmus+ di UIN Malang Dorong Sivitas Akademika Perluas Kompetensi Internasional
Rapat dan sosialisasi program Erasmus+ secara daring melalui Zoom yang diinisiasi International Office UIN Malang. (ist)

INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri  Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar rapat dan sosialisasi program Erasmus+ secara daring melalui Zoom yang diinisiasi International Office UIN Malang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Plh Rektor UIN Malang sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik Drs H Basri MA PhD. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Delegasi European Union, Destriani Nugroho, sebagai program manager for higher education, youth and culture serta Dr Ir Arief Rakhman Setiono, dosen Saintek UIN Malang sebagai alumni Exchange Staff ICM Erasmus+ di Cracow University.

Drs H Basri MA PhD menyampaikan bahwa program Erasmus+ merupakan kesempatan besar bagi mahasiswa maupun dosen untuk mengembangkan kompetensi akademik dan pengalaman internasional. Ia menekankan pentingnya kesiapan diri, khususnya kemampuan bahasa asing, bagi peserta yang ingin mengikuti program tersebut.

“Kesempatan ke Eropa merupakan good opportunity yang harus dimanfaatkan dengan baik. Yang paling penting adalah memiliki kompetensi linguistik dan mempersiapkan diri sejak dini. Penguasaan bahasa asing harus diperkuat meskipun terdapat fleksibilitas dalam beberapa program,” ujarnya.

Basri juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Erasmus+ dan Uni Eropa, khususnya kepada Destriani Nugroho, karena telah membuka peluang bagi sivitas akademika UIN Malang untuk bergabung dalam program internasional tersebut.

Kegiatan sosialisasi dipandu oleh moderator Arofiatus Sa’diyah dari tim IO UIN Malang. Dalam sesi utama, Destriani Nugroho selaku program manager Erasmus+ menjelaskan berbagai peluang dan skema program Erasmus+ yang didanai oleh Uni Eropa.

Ia menjelaskan bahwa Erasmus+ merupakan program yang mendukung bidang pendidikan, kepemudaan, dan olahraga, sekaligus memperkuat kerja sama internasional antara negara-negara Uni Eropa dan negara mitra di luar Uni Eropa. Program ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun perguruan tinggi.

Destriani juga menambahkan bahwa hasil studi yang ditempuh di luar negeri nantinya dapat diakui dan dikonversi ke sistem pendidikan di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Erasmus+ menggunakan sistem ECTS (European Credit Transfer System) untuk penyetaraan kredit akademik.

Menurut Destriani,  kerja sama dalam Erasmus+ tidak menggunakan memorandum of understanding (MoU), melainkan melalui inter institutional agreement yang telah memiliki standar internasional sehingga dinilai aman dan terstruktur.

Dalam pemaparannya, terdapat dua dimensi utama dalam Erasmus+, yakni European Dimension dan International Dimension. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Erasmus Mundus Joint Master, yaitu program studi magister internasional dengan masa studi satu hingga dua tahun di berbagai perguruan tinggi  mitra di Eropa.

Pada kesempatan tersebut, alumni Erasmus+ dari UIN Malang, Arief Rakhman Setiono, turut berbagi pengalaman mengikuti program International Staff Exchange di Polandia selama tujuh hari. Program tersebut dilaksanakan di Fakultas Teknik Sipil dan memberikan pengalaman internasional yang berharga dalam pengembangan akademik dan jejaring global.

Melalui kegiatan ini, UIN Malang berharap semakin banyak sivitas akademika yang termotivasi untuk mengikuti program internasional dan memperluas kolaborasi global melalui Erasmus+. (hsa/hel)

Exit mobile version