INDONESIAONLINE – Komunitas Save Street Child Malang (SSCM) bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya resmi meluncurkan kampanye iklan sosial audio visual dengan judul “Satu Bangsa, Satu Hak untuk Belajar” melalui platform Instagram pada hari ini, 01 Juni 2026.
Kampanye ini hadir sebagai bentuk kepedulian untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya akses pendidikan yang setara bagi setiap anak di wilayah sekitar Kota Malang.
Video iklan berdurasi 60–120 detik dengan narasi emosional ini akan diunggah di akun Instagram resmi SSCM (@sschildmlg) pada pukul 09.00 WIB dengan menggunakan hashtag kampanye #SatuBangsaSatuHakUntukBelajar. Konten menampilkan footage autentik dari kegiatan pembelajaran nyata SSCM dan mengangkat data riil tentang kondisi akses pendidikan di Malang yang masih memerlukan perhatian serius.
“Kami tidak hanya membuat iklan, tetapi juga menciptakan percakapan. Kampanye ini ingin mengingatkan masyarakat Malang bahwa setiap anak berhak memiliki ruang belajar yang aman, sumber daya pendidikan yang cukup, dan relawan yang percaya pada potensi mereka,” ujar Miranti Dyah Kusuma P., Koordinator Program Teach for Change yang mengkoordinasi seluruh kegiatan kampanye ini..
Selain itu, Berdasarkan survei yang dilakukan tim pelaksana, ditemukan beberapa temuan penting yang menjadi latar belakang kampanye ini. Sebanyak 81,3% masyarakat Malang belum mengetahui keberadaan SSCM sebagai komunitas pendidikan nonformal yang telah berdiri sejak 2012, sementara 87,5% responden menilai bahwa minat belajar anak-anak mengalami penurunan signifikan, terutama akibat keterbatasan akses terhadap sumber belajar alternatif.
Selain itu, terdapat disparitas akses pendidikan di wilayah Muharto dan Arjosari yang memerlukan dukungan kolaboratif dari berbagai pihak.
Data ini menunjukkan bahwa isu akses pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu institusi, tetapi membutuhkan gerakan bersama dari komunitas, keluarga, dan masyarakat luas untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan inklusif.
Kampanye “Satu Bangsa, Satu Hak untuk Belajar” mengangkat pesan inti bahwa “Setiap anak bangsa berhak tumbuh dengan kesempatan yang sama.” Kampanye ini adalah gerakan nyata untuk perubahan yang lebih inklusif.
Pesan ini diperkuat dengan slogan pendukung: “Kesempatan belajar yang setara adalah tanggung jawab kita bersama,” yang menekankan bahwa penyediaan akses pendidikan yang optimal adalah komitmen kolektif seluruh lapisan masyarakat, bukan beban satu pihak saja.
Masyarakat Malang diajak untuk menonton dan membagikan video kampanye di Instagram @sschildmlg, sekaligus menggunakan hashtag #SatuBangsaSatuHakUntukBelajar untuk menyuarakan dukungan dan perspektif mereka. Selain itu, masyarakat juga dapat bergabung sebagai relawan dalam kegiatan pendampingan anak di SSCM atau memberikan dukungan dalam bentuk donasi, barang, maupun waktu untuk memperluas jangkauan program.
Tentang SSCM
Save Street Child Malang (SSCM) adalah komunitas sosial independen nonformal yang fokus pada pendidikan dan pemberdayaan anak-anak di wilayah Muharto dan Arjosari. Sejak berdiri tahun 2012, SSCM secara konsisten menyelenggarakan kegiatan pembelajaran interaktif dengan melibatkan relawan dari berbagai kalangan masyarakat.
Visi SSCM adalah mewujudkan anak-anak Malang yang berpendidikan, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Melalui kegiatan-kegiatan seperti “Dongeng Seru, Imajinasi Melaju,” “Belajar Bersama Menyemai Masa Depan,” dan “Tumbuh Bersama, Tumbuhkan Harapan,” SSCM telah menyentuh kehidupan ratusan anak di Kota Malang.
Kegiatan rutin SSCM dilakukan setiap Rabu pukul 19.00–20.30 WIB di wilayah Muharto dan setiap Sabtu pukul 16.00–17.30 WIB di wilayah Arjosari.
Kegiatan ini mencakup pendampingan belajar, pengembangan keterampilan, dan pembinaan karakter yang dirancang untuk mendukung potensi penuh setiap anak. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan partisipasi volunteer, masyarakat dapat mengunjungi Instagram resmi SSCM di @sschildmlg.
