Beranda
Tekno  

Tim Dosen UNJ Kembangkan Inovasi Laboratorium Virtual untuk Perkuat Kesiapan SDM Keamanan Siber

Topologi Baladewas
Topologi Baladewas

INDONESIAONLINE – Menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, terkoordinasi, dan berdampak strategis, tim dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan BALADEWA-S (Battlefield Labs for Digital Education Warfare Simulations), sebuah inovasi laboratorium virtual yang dirancang untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) keamanan siber.

BALADEWA-S mengintegrasikan cyber range, war-gaming, dan scenario-based learning dalam satu ekosistem pembelajaran. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mempelajari teori keamanan siber, tetapi juga berlatih menghadapi skenario serangan, menganalisis situasi, menyusun strategi, dan mengambil keputusan dalam lingkungan simulasi yang realistis.

Ketua tim peneliti, Bambang Prasetya Adhi, S.Pd., M.Kom., menjelaskan bahwa BALADEWA-S dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran keamanan siber secara konvensional dengan kebutuhan menghadapi ancaman digital di dunia nyata.

“BALADEWA-S tidak hanya mengajarkan bagaimana menghadapi serangan siber, tetapi juga bagaimana berpikir strategis dan mengambil keputusan ketika berada dalam situasi konflik digital,” ujar Bambang.

Menurutnya, kemampuan menghadapi ancaman siber tidak cukup dibangun melalui pembelajaran teoritis dan praktikum terbatas. Diperlukan lingkungan simulasi yang memungkinkan peserta mengalami situasi yang menyerupai kondisi nyata, termasuk dinamika serangan, keterbatasan informasi, serta kebutuhan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Pengembangan BALADEWA-S menggunakan pendekatan Design Thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan dilakukan secara iteratif berdasarkan kebutuhan pengguna dan hasil evaluasi.

Penelitian ini ditargetkan mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 6, melalui demonstrasi prototipe dalam lingkungan yang relevan dan uji coba terbatas. Luaran yang ditargetkan meliputi purwarupa fungsional, modul skenario simulasi ancaman siber lintas sektor, instrumen evaluasi kompetensi, model pembelajaran keamanan siber berbasis simulasi perang digital, serta kekayaan intelektual berupa hak cipta dan paten sederhana.

Tim juga menargetkan publikasi hasil penelitian pada jurnal terindeks Scopus dan SINTA, publikasi media massa, serta dokumentasi audio-visual sebagai bagian dari diseminasi inovasi.

Penelitian BALADEWA-S melibatkan tiga dosen dan tiga mahasiswa dalam pengembangan konsep, teknologi, skenario simulasi, serta pengujian prototipe. Tim terdiri atas Bambang Prasetya Adhi sebagai ketua, Fitrah Izul Falaq dan Muhammad Ridho Kurniawan P. sebagai anggota peneliti, serta Achmad Farhan Hilal, Moh. Ibnu Salam Syaifurrohman, dan Stevano Klemens sebagai anggota mahasiswa peneliti.

Melalui BALADEWA-S, tim UNJ berharap dapat menghadirkan pendekatan baru dalam pendidikan keamanan siber yang lebih realistis, adaptif, dan berorientasi pada pengambilan keputusan, sekaligus berkontribusi dalam menyiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan dan ancaman di ruang digital. (ads)

Exit mobile version