INDONESIAONLINE – Kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln di laut kawasan Timur Tengah belum cukup bagi Presidan Amerika Donald Trump untuk menekan Iran. Kini, Trump memerintahkan kapal induk terbesar USS Gerald R. Ford bergerak ke Timur Tengah dari Karibia.
Langkah Trump itu dinilai semakin meningkatkan tekanan militer terhadap Iran di tengah perundingan terkait program nuklirnya. “Kapal itu (Gerald R. Ford) akan segera berangkat,” ujar Trump, Jumat (13/2) waktu setempat saat menanggapi laporan pemindahan kapal induk USS Gerald R. Ford dari Karibia ke Timur Tengah.
Trump menegaskan, pengerahan tersebut diperlukan jika kesepakatan nuklir dengan Teheran tidak tercapai. Pernyataan itu dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (14/2/2026).
USS Gerald R. Ford dikenal sebagai kapal induk terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut AS. Kapal ini disebut akan memperkuat armada Amerika yang telah lebih dulu berada di kawasan tersebut.
Pekan lalu, Washington dan Teheran mulai melakukan pembicaraan tidak langsung mengenai masa depan program nuklir Iran. Sehari sebelumnya, Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi “sangat traumatis” bila gagal mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, AS telah mengirim USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal pengawalnya ke Teluk Persia pada akhir bulan lalu. Armada itu hingga kini masih ditempatkan di wilayah tersebut sebagai bagian dari peningkatan tekanan terhadap Iran.
Sejumlah media Amerika melaporkan, USS Gerald R. Ford bersama kapal pengiringnya diperintahkan Pentagon untuk bergerak dari Laut Karibia menuju Timur Tengah dan akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln.
Awalnya, USS Gerald R. Ford akan dikerahkan pada Juni lalu dan sempat dialihkan ke Karibia dalam rangka kampanye tekanan Washington terhadap Venezuela, menurut laporan The New York Times. Beberapa jet tempur dari kapal itu juga dilaporkan terlibat dalam operasi di Caracas pada 3 Januari yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Belum ada kepastian berapa lama USS Gerald R. Ford maupun USS Abraham Lincoln akan ditempatkan di kawasan Timur Tengah. (rds/hel)
