Beranda

UIN Maliki Malang Kampanyekan Pencegahan Kekerasan Seksual lewat Film Edukasi “Retak”

UIN Maliki Malang Kampanyekan Pencegahan Kekerasan Seksual lewat Film Edukasi “Retak”
Pemutaran perdana film Retak di UIN Maliki Malang. (ist)

INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menghadirkan cara yang lebih kreatif dalam menyuarakan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Melalui film pendek berjudul “Retak”, kampus tersebut berupaya mengajak mahasiswa melakukan refleksi sekaligus memahami isu kekerasan seksual yang kerap terjadi di sekitar mereka.

Pemutaran perdana film ini diselenggarakan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maliki Malang di Auditorium Microteaching Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Kegiatan itu menarik perhatian ratusan mahasiswa yang memadati ruangan untuk menyaksikan film yang diangkat dari hasil riset lapangan tersebut.

Berbeda dengan metode sosialisasi yang umumnya dilakukan melalui seminar atau diskusi, penggunaan film dipilih karena dinilai lebih efektif menjangkau generasi muda. Kisah dalam film “Retak” menggambarkan dinamika hubungan remaja, khususnya dalam relasi pacaran yang berpotensi memunculkan kekerasan seksual.

Produser film menjelaskan bahwa “Retak” merupakan karya ketiga yang diproduksi oleh tim PSGA. Ia menegaskan bahwa alur cerita dalam film tersebut disusun berdasarkan data penelitian yang telah dilakukan oleh lembaga tersebut.

“Film ini tidak sekadar dibuat sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Seluruh cerita di dalamnya bersumber dari hasil penelitian lapangan yang menggambarkan berbagai kasus yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Dari hasil pengumpulan data tersebut, terungkap bahwa pelaku kekerasan seksual dalam banyak kasus justru berasal dari orang yang memiliki kedekatan dengan korban. Mantan pasangan maupun pacar menjadi pihak yang paling sering muncul dalam berbagai kasus tersebut.

Temuan itu menjadi peringatan bagi mahasiswa agar lebih memahami batasan dalam menjalin relasi serta meningkatkan kewaspadaan dalam pergaulan sehari-hari.
Ia juga menyoroti sejumlah realitas sosial yang kerap ditemui, seperti pasangan muda yang saling mengantar hingga ke tempat kos pada waktu tertentu. Situasi semacam itu dinilai dapat membuka ruang terjadinya berbagai persoalan, termasuk potensi kekerasan seksual.

Melalui cerita yang disajikan dalam film “Retak”, tim produksi berupaya menggambarkan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sebenarnya dapat dicegah. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya kesadaran mahasiswa dalam mengambil keputusan serta memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

Selain pemutaran film, panitia juga memberikan penghargaan kepada para aktor serta tim produksi yang terlibat dalam pembuatan karya tersebut. Mereka menilai kualitas film ini cukup baik dan memiliki peluang untuk ditayangkan kepada audiens yang lebih luas.

Melalui pendekatan kreatif tersebut, PSGA UIN Maliki Malang berharap mahasiswa tidak hanya memahami isu kekerasan seksual secara teoritis, tetapi juga mampu melihat dampaknya secara nyata. Upaya ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan seksual di lingkungan akademik.

Exit mobile version