Beranda

129 Korban KM Virgo Masih Hilang, Basarnas Siapkan Opsi Balik Kapal

KM Virgo Transport 8 terbalik dan masih mengapung sebelum akhirnya tenggelam di Laut Jawa. (fb)

INDONESIAONLINE – Upaya pencarian 129 korban yang masih dinyatakan hilang dalam insiden KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa terus berlanjut. Basarnas kini menyiapkan alternatif lain setelah operasi bawah air (under water) belum dapat dilakukan akibat kondisi di lokasi yang belum memungkinkan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menggunakan self-righting kit. Metode tersebut dilakukan dengan cara membalik posisi kapal agar kembali seperti semula sehingga proses pencarian dan evakuasi korban dapat dilanjutkan.

Menurut Syafii, pelaksanaan metode tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang. Berdasarkan perhitungan tim ahli yang berpengalaman, proses self-righting kit diperkirakan memerlukan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar.

“Kemarin disampaikan tim ahli yang memiliki pengalaman andai semua lancar, proses self kit ini akan memakan waktu kira-kira 24 jam,” ujar Syafii.

Meski demikian, waktu pelaksanaan dapat bertambah apabila dalam prosesnya ditemukan kendala. Basarnas masih memperhitungkan berbagai kemungkinan sebelum menentukan langkah penyelamatan berikutnya.

“Apabila (dalam operasi) ada kesulitan, akan memakan waktu beberapa lama lagi .dan kita tidak tahu kondisi apa yang akan kita hadapi nanti. Itu adalah rencana yang akan kita laksanakan dan berproses,” ucapnya.

Sebelumnya, penyelaman menjadi salah satu metode yang direncanakan sejak hari kedua pencarian 129 korban KM Virgo Transport 8. Langkah tersebut ditujukan untuk memeriksa kondisi bagian dalam kapal sekaligus mencari kemungkinan keberadaan korban.

Namun, operasi penyelaman belum dapat dilaksanakan karena kondisi cuaca buruk disertai gelombang tinggi. Situasi tersebut membuat pelaksanaan pencarian bawah air harus ditunda.

Memasuki hari keempat pencarian, rencana penyelaman masih terus disiapkan. Tetapi, kondisi arus di lokasi menjadi salah satu kendala utama. Kecepatan arus tercatat melebihi batas yang dianggap aman untuk operasi bawah air, yakni maksimal 0,5 knot.

Kendati menghadapi berbagai kendala, Syafii memastikan Basarnas akan terus mencari cara untuk menemukan dan mengevakuasi seluruh korban yang masih hilang. Berbagai opsi akan dipertimbangkan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan agar pencarian dapat dilakukan secara optimal. (rds/hel)

Exit mobile version