Jay Idzes kini bernilai €10 juta di Sassuolo. Bek Timnas Indonesia ini catat kenaikan harga 13 kali lipat sejak tiba di Italia. Cek analisis lengkapnya.
INDONESIAONLINE – Dalam dunia sepak bola modern, inflasi nilai pasar pemain adalah hal yang lumrah. Namun, lonjakan valuasi yang dialami oleh Jay Idzes, bek andalan Timnas Indonesia, adalah sebuah anomali yang mencengangkan.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun merumput di Italia, pemain yang akrab disapa “Bang Jay” oleh netizen Indonesia ini mencatatkan kenaikan nilai pasar (market value) yang fantastis: lebih dari 13 kali lipat.
Perjalanan karir Jay Idzes di Negeri Pizza bukan sekadar kisah tentang adaptasi teknis, melainkan sebuah studi kasus keberhasilan investasi klub dalam melihat potensi pemain yang underrated. Dari status free transfer hingga menjadi komoditas panas bernilai puluhan juta Euro, Idzes kini menahbiskan dirinya sebagai salah satu bek tengah paling prospektif di kasta tertinggi Liga Italia.
Transformasi Nilai: Dari €750 Ribu Menuju €10 Juta
Mengacu pada data terbaru yang dirilis oleh laman statistik global, Transfermarkt, grafik nilai pasar Jay Idzes menunjukkan tren eksponensial yang jarang terjadi pada pemain bertahan dari kawasan Asia atau ASEAN.
Saat pertama kali menjejakkan kaki di Italia pada awal musim 2023/2024 untuk bergabung dengan Venezia FC, Idzes datang tanpa hingar-bingar. Ia direkrut dengan status bebas transfer (free agent) setelah kontraknya berakhir di klub Belanda, Go Ahead Eagles. Kala itu, label harganya hanya berada di angka €750 ribu (sekitar Rp 12,8 miliar). Angka yang terbilang moderat untuk ukuran kompetisi Eropa.
Namun, konsistensi adalah kunci. Penampilan solidnya membawa Venezia promosi ke Serie A menjadi titik balik. Meskipun Venezia harus kembali terdegradasi (turun kasta) di musim berikutnya akibat krisis finansial dan performa tim yang inkonsisten, sinar Idzes tak ikut redup. Sebaliknya, ia justru menjadi “aset likuid” paling berharga bagi klub asal kota pelabuhan tersebut.
Kini, berseragam Sassuolo di musim 2025/2026, nilai pasar Idzes telah menyentuh angka psikologis €10 juta atau setara dengan Rp 171 miliar (kurs Rp 17.100). Secara matematis, ini adalah kenaikan sebesar 1.233% atau lebih dari 13 kali lipat dari harga awalnya saat tiba di Italia.
Sassuolo dan Strategi Transfer Cerdas
Keputusan Sassuolo, klub yang baru saja promosi kembali ke Serie A, untuk menggelontorkan dana sebesar €8 juta (sekitar Rp 137 miliar) demi menebus Idzes dari Venezia sempat menuai perdebatan. Bagi klub sekelas Sassuolo, angka tersebut merupakan investasi terbesar (record signing) mereka di jendela transfer awal musim.
Namun, manajemen I Neroverdi terbukti jeli. Mereka tidak membeli kucing dalam karung. Direktur Olahraga Sassuolo melihat Idzes bukan hanya sebagai “tukang jagal” di lini belakang, melainkan sebagai Ball-Playing Defender modern yang tenang dalam membangun serangan dari bawah—kualitas yang sangat dibutuhkan di Serie A.
Bagi Venezia, penjualan Idzes adalah penyelamat. Mendapatkan pemain secara gratis dan menjualnya seharga €8 juta memberikan keuntungan modal (capital gain) bersih yang masif di tengah himpitan krisis finansial klub. Ini adalah contoh sempurna dari model bisnis klub feeder yang sehat.
Statistik Berbicara: Kunci Pertahanan Sassuolo
Kenaikan harga pasar Idzes berbanding lurus dengan kontribusinya di lapangan. Hingga paruh musim 2025/2026 berjalan, bek bertinggi badan 190 cm ini telah menjadi pilar tak tergantikan di jantung pertahanan Sassuolo.
Data performa menunjukkan dampak signifikan kehadiran Idzes:
- Jumlah Pertandingan: 17 Laga (Starter reguler).
- Posisi Klasemen: Peringkat 9.
- Poin: 22 Poin.
Berada di peringkat kesembilan bagi tim promosi seperti Sassuolo adalah pencapaian impresif. Idzes menjadi figur sentral yang memberikan rasa aman bagi penjaga gawang. Kemampuannya dalam duel udara, intersep, dan ketenangan saat ditekan lawan (press resistance) membuatnya mendapatkan rating rata-rata yang tinggi di setiap pekan pertandingan. Kestabilan ini yang membuat algoritma Transfermarkt merevisi harganya naik secara signifikan.
Dampak bagi Timnas Indonesia dan Citra Pemain ASEAN
Lonjakan nilai pasar Jay Idzes juga mencetak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan valuasi €10 juta, Idzes kini kokoh sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi dalam sejarah Timnas Indonesia, jauh melampaui rekor-rekor sebelumnya.
Hal ini secara tidak langsung menaikkan bargaining position (posisi tawar) pemain-pemain berdarah Indonesia lainnya di pasar Eropa. Klub-klub benua biru kini mulai melirik talenta yang memiliki afiliasi dengan Indonesia, menyadari bahwa ada potensi kualitas dan mentalitas yang bisa bersaing di level top.
Sassuolo tampaknya sangat sadar akan potensi aset yang mereka miliki. Manajemen klub memagari Jay Idzes dengan kontrak jangka panjang hingga tahun 2029. Langkah ini adalah strategi bisnis yang brilian.
Dengan durasi kontrak yang masih panjang, Sassuolo memegang kendali penuh atas masa depan sang pemain. Jika performa Idzes terus menanjak dan menarik minat raksasa Serie A seperti Inter Milan, Juventus, atau AC Milan—yang rumornya mulai memantau—Sassuolo bisa mematok harga jual yang jauh lebih tinggi dari €10 juta.
Bukan tidak mungkin, dalam 1-2 musim ke depan, kita akan melihat Jay Idzes memecahkan rekor transfer sebagai bek Asia termahal di Eropa.
Kisah Jay Idzes adalah bukti bahwa kerja keras dan pemilihan karir yang tepat dapat mengubah nasib secara drastis. Dari pemain gratisan yang dipandang sebelah mata di Eredivisie, menjadi bek senilai Rp 170 miliar di Serie A. Bagi Sassuolo, Idzes adalah tembok kokoh sekaligus investasi emas. Bagi Indonesia, ia adalah simbol kemajuan sepak bola nasional yang kini mulai berbicara lantang di panggung dunia.













