INDONESIAONLINE – Persaingan di dunia layanan penerjemah bahasa semakin memanas. Secara diam-diam, OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Translate, sebuah platform khusus yang dirancang untuk menandingi kemapanan Google Translate.
Meski selama ini pengguna sudah bisa menerjemahkan teks langsung melalui kolom obrolan ChatGPT, kehadiran situs khusus ini menandai langkah serius OpenAI dalam memisahkan fungsi penerjemahan sebagai layanan mandiri. Saat ini, layanan tersebut sudah bisa diakses melalui peramban desktop maupun ponsel di alamat chatgpt.com/translate.
Keunggulan: Lebih dari Sekadar Terjemahan Harfiah
Salah satu nilai jual utama ChatGPT Translate adalah kemampuan linguistiknya yang bersifat kontekstual. Berbeda dengan mesin penerjemah konvensional yang sering menerjemahkan kata demi kata, fitur ini diklaim mampu menangkap esensi dan makna asli dari sebuah kalimat.
Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan antara lain:
- Penyesuaian Gaya Bahasa: Pengguna bisa meminta hasil terjemahan dalam berbagai nada, mulai dari gaya formal untuk kebutuhan bisnis, gaya akademis, hingga gaya bahasa yang sangat sederhana agar mudah dimengerti anak-anak.
- Interaksi Berkelanjutan: Setelah hasil terjemahan muncul, pengguna tetap bisa melanjutkan dialog dengan AI untuk menyempurnakan atau menanyakan konteks dari kata-kata tertentu.
- Dukungan Input: Versi mobile sudah mendukung input suara melalui mikrofon, sementara versi desktop saat ini masih berfokus pada teks.
Masih Tertinggal dalam Cakupan Bahasa
Meski menawarkan kecerdasan buatan yang lebih luwes, ChatGPT Translate masih memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan raksasa Google Translate. Saat ini, layanan milik OpenAI tersebut baru mendukung sekitar 50 bahasa. Angka ini terpaut jauh dari Google Translate yang telah melakukan ekspansi besar-besaran dengan menambah ratusan bahasa baru dalam beberapa tahun terakhir.
Tampilan antarmuka ChatGPT Translate sendiri dibuat minimalis dengan dua kolom teks yang berdampingan, sangat identik dengan struktur Google Translate sehingga pengguna lama tidak akan merasa asing.
Rencana Masa Depan
Hingga kini, fitur penerjemah ini belum terintegrasi secara khusus dalam aplikasi ChatGPT di Android maupun iOS. OpenAI juga masih merahasiakan model GPT spesifik yang menggerakkan platform ini. Meskipun laman utamanya menyebutkan dukungan untuk gambar, fitur tersebut dilaporkan belum tersedia secara fungsional.
Langkah ini mempertegas ambisi OpenAI untuk terus memperluas ekosistem AI (kecerdasan buatan) mereka ke berbagai sektor yang selama ini didominasi Google. (rds/hel)













