Uncategorized  

Tak Hanya Percantik Alun-Alun, DLH Kota Malang Benahi Sistem Air dan Limbah

Tak Hanya Percantik Alun-Alun, DLH Kota Malang Benahi Sistem Air dan Limbah
Desain Alun-Alun Merdeka atau Alun-Alun Kota Malang. Di sini, DLH Kota Malang menambah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. (ist)

INDONESIAONLINE – Upaya Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan kualitas ruang publik di Alun-Alun Merdeka terus dilakukan secara bertahap. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, pembenahan fasilitas dasar di Alun-Alun Merdeka kini difokuskan pada perbaikan sistem sanitasi dan sarana pendukung lainnya.

Pelaksana Harian Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menjelaskan bahwa peningkatan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas dalam tahap revitalisasi saat ini. Salah satu langkah yang telah direalisasikan adalah penambahan kapasitas septic tank di area selatan alun-alun, yang sebelumnya kerap penuh akibat tingginya penggunaan.

Ia mengungkapkan, tanpa penambahan tersebut, septic tank di sisi selatan bisa penuh hanya dalam waktu lima hingga tujuh hari, yang menyebabkan gangguan pada fasilitas toilet. Kini, setelah dilakukan penambahan, aliran pembuangan disebut sudah lebih lancar.

“Untuk sisi selatan, kalau tidak kita tambah (septic tank), dalam 5 sampai 7 hari saja sudah penuh. Itulah penyebab mengapa beberapa kali toilet sempat mampet. Saat ini sudah kami lakukan penambahan septic tank agar aliran lancar,” ujar Raymond, Jumat (13/2/2026).

Selain itu, DLH melakukan peningkatan pada sistem ventilasi dengan menambah ketinggian pipa agar sirkulasi udara dan pembuangan berjalan lebih optimal. Langkah teknis ini diharapkan mampu menjaga kebersihan sekaligus kenyamanan fasilitas umum bagi masyarakat.

Perbaikan juga menyasar sistem distribusi air bersih. Mengingat luasnya kawasan alun-alun, diperlukan tambahan pompa tekanan agar suplai air dapat menjangkau seluruh titik secara merata.

Di sektor kelistrikan, DLH mulai memetakan kebutuhan pembaruan instalasi kabel bawah tanah yang telah berusia lama. Meski belum direalisasikan secara menyeluruh dalam tahap ini, rencana penggantian tetap disiapkan sebagai bagian dari pengembangan jangka menengah guna meningkatkan aspek keamanan dan efisiensi.

Untuk mendukung revitalisasi tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Meski jumlah ini masih di bawah kebutuhan ideal yang sebelumnya diajukan sebesar Rp 10 miliar, DLH memastikan dana yang tersedia dimanfaatkan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak.

Lebih lanjut, DLH Kota Malang juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu proposal telah diajukan kepada Bank Jatim guna mendukung pemeliharaan serta penambahan fasilitas di kawasan tersebut.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat upaya penataan pusat kota tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah. Namun demikian, seluruh proses tetap akan mengikuti kebijakan dan arahan dari Pemerintah Kota Malang. (ars/hel)