INDONESIAONLINE – Serangan drone yang dilancarkan Iran menargetkan pangkalan udara di Kuwait yang menampung aset militer Amerika Serikat. Dalam aksi yang disebut sebagai balasan atas serangan sebelumnya oleh AS dan Israel itu, dilaporkan sedikitnya 15 tentara AS mengalami luka-luka.
Media AS, CBS News, melaporkan insiden itu dengan mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Target serangan disebut sebagai Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait, salah satu pusat operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Iran menuding Washington berupaya mengecilkan atau menutupi jumlah korban akibat serangan balasan tersebut. Laporan yang dikutip dari Press TV menyebutkan bahwa serangan itu merupakan bagian dari gelombang ke-98 operasi balasan bertajuk “Janji Sejati 4” yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Operasi ini merupakan respons atas serangan besar yang dilancarkan AS dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari lalu. Teheran mengklaim serangan balasannya telah menghantam berbagai pangkalan militer serta kepentingan strategis AS di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, laporan dari The Intercept menyebutkan jumlah korban di pihak militer AS bisa jauh lebih besar dari yang diungkapkan secara resmi. Disebutkan bahwa sejak awal eskalasi konflik, ratusan personel AS tewas atau terluka, meskipun data resmi dari CENTCOM mencatat sekitar 303 tentara terluka dan sedikitnya 13 tewas.
Hingga kini, pihak Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan adanya upaya penutupan jumlah korban tersebut. (rds/hel)













