INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan penyesuaian sejumlah program sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, pemerintah saat ini mengevaluasi seluruh rencana belanja untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif dan sesuai kebutuhan.
“Persoalannya kita ingin melakukan efisiensi. Dalam efisiensi itu, kita memastikan apakah belanja yang akan dilakukan memang harus dikerjakan atau masih bisa ditunda. Jadi, ada beberapa kegiatan yang memang kita tunda untuk keperluan efisiensi. Tetapi kalau belanja tersebut merupakan belanja prioritas atau belanja mandatori, tentu tetap bisa dilaksanakan,” ujar Sri Wahyuni, Minggu (12/07/2026).
Menurut dia, evaluasi dilakukan terhadap setiap program agar belanja daerah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sri Wahyuni menambahkan, kondisi fiskal daerah turut menjadi pertimbangan dalam proses evaluasi anggaran. “Itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan. Tetapi pada intinya, kami berangkat dari efisiensi. Dengan efisiensi itu, kami menilai kembali setiap belanja. Jadi, sebenarnya awalnya bukan karena persoalan tersebut, tetapi kondisi itu memang semakin memperkuat alasan untuk mengevaluasi belanja,” katanya.
Pemprov Kaltim memastikan kebijakan efisiensi dilakukan secara terukur tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. (ra/hel)







