Milei Beri Libur Nasional usai Argentina Runner-up Piala Dunia

Presiden Argentina Javier Milei tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para punggawanya walau kalah oleh Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 (Ig/Ist)

Presiden Javier Milei tetapkan hari libur nasional usai Argentina jadi runner-up Piala Dunia 2026. Simak alasan takhayul dan apresiasi unik ini.

INDONESIAONLINE – Peluit panjang wasit di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat menjadi penanda berakhirnya mimpi Argentina merengkuh gelar juara dunia secara beruntun. Di hadapan 82.500 pasang mata yang memadati stadion berkapasitas penuh untuk pertandingan sepak bola tersebut, La Albiceleste harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1.

Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan La Roja mengangkat trofi kedua mereka setelah pencapaian perdana pada 2010 silam. Namun, di Buenos Aires, suasana tidak sepenuhnya muram. Rakyat Argentina justru bersiap menyambut pahlawannya dengan tangan terbuka, membuktikan bahwa cinta tanah air tidak hanya diukur dari trofi yang diangkat di atas podium.

Kekalahan di partai final Piala Dunia 2026 tersebut tidak membuat perjuangan Timnas Argentina dipandang sebelah mata. Alih-alih memberikan kritik, Presiden Argentina, Javier Milei, justru mengumumkan rencana menetapkan hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian tim yang berhasil menembus partai puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Milei menilai semangat juang Lionel Messi dan rekan-rekannya telah mengharumkan nama negara serta layak dirayakan oleh seluruh rakyat Argentina, terlepas dari hasil akhir di atas rumput hijau.

Melansir Mirror.co.uk, Senin (20/7/2026), Milei menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun media sosial X beberapa jam setelah laga final berakhir. Yang membuat kebijakan ini semakin unik adalah pelimpuhan wewenang penentuan jadwal kepada para atlet.

Pemerintah tidak akan mendikte kapan hari libur itu jatuh. Dalam pernyataannya, ia menulis: “Mengingat adanya perhatian terkait perayaan atas pencapaian Tim Nasional Argentina, saya memberitahukan kepada masyarakat bahwa, bergantung pada keputusan para pemain dan staf teknis mengenai hari perayaannya, hari tersebut akan ditetapkan sebagai hari libur nasional,”

Apresiasi Negara

Keputusan ini menjadi sorotan global karena jarang sekali ada negara yang memberikan hari libur nasional setelah tim nasionalnya gagal menjadi juara. Namun, bagi Milei, keberhasilan Argentina mencapai final merupakan pencapaian yang tetap pantas diapresiasi, terlebih tim tampil kompetitif hingga pertandingan berlangsung selama 120 menit penuh melawan juara baru yang sedang on-fire.

Rencana pemberian hari libur nasional ini mengingatkan publik pada momen megah saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu, pemerintah menetapkan hari Selasa setelah final sebagai hari libur nasional agar masyarakat dapat menyambut kepulangan Lionel Messi dan kawan-kawan.

Jutaan warga memadati jalan-jalan di Buenos Aires untuk mengikuti parade kemenangan yang menjadi salah satu perayaan terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina. Euforia tersebut bahkan membuat rombongan pemain harus menghentikan perjalanan menggunakan bus terbuka karena lautan manusia yang memenuhi ibu kota.

Meski hasil di Piala Dunia 2026 berbeda, pemerintah Argentina tetap ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan rasa bangga dan terima kasih.

Di samping mengumumkan hari libur nasional, Javier Milei juga menyampaikan pesan khusus yang menyentuh kepada seluruh pemain Timnas Argentina. Ia memuji kerja keras dan dedikasi skuad asuhan Lionel Scaloni yang dinilai telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang turnamen.

Pesan tersebut ia tuangkan kembali via X: “Terima kasih banyak, para pemain. Kalian telah berjuang habis-habisan hingga akhir. Argentina selalu berada di puncak,” Ucapan tersebut mendapat sambutan positif dari para pendukung Tim Tango yang tetap bangga meski tim kesayangannya gagal mempertahankan gelar juara dunia.

Beban dan Kejayaan di Format 48 Tim

Pencapaian sebagai runner-up Piala Dunia 2026 membawa dimensi tersendiri jika ditilik dari regulasi terbaru FIFA. Edisi kali ini adalah penyelenggaraan pertama dengan format ekspansi 48 tim, yang berarti jumlah pertandingan membengkak menjadi 104 laga dibandingkan 64 laga di edisi-edisi sebelumnya.

Persaingan menjadi jauh lebih padat dan melelahkan bagi para atlet. Berdasarkan data statistik historis, keikutsertaan di final 2026 ini merupakan kali ketujuh bagi Argentina sepanjang sejarah (setelah 1930, 1978, 1986, 1990, 2014, dan 2022). Menembus partai puncak di era di mana 16 slot tambahan memunculkan kejutan dari berbagai konfederasi adalah bukti nyata bahwa fondasi sepak bola Argentina masih kokoh berdiri.

Catatan ini juga menempatkan Argentina sebagai salah satu tim dengan koleksi final terbanyak dalam sejarah turnamen, mengungguli banyak raksasa Eropa lainnya.

Di sisi lain, langkah Milei memberikan apresiasi tinggi ini berbanding lurus dengan sikapnya yang tidak hadir langsung di MetLife Stadium. Berbeda dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez yang datang memberikan dukungan kepada timnya di tribun VIP, Milei memilih mengikuti pertandingan dari kediamannya di Argentina.

Masih berdasarkan laporan Mirror.co.uk, keputusan tersebut didasari alasan takhayul. Milei percaya keberuntungan Argentina datang ketika dirinya menyaksikan pertandingan dari rumah. Sepanjang Piala Dunia 2026, ia disebut menyaksikan tujuh pertandingan Argentina dari kediamannya dan seluruh laga tersebut berakhir dengan kemenangan Tim Tango.

Karena tidak ingin mengubah kebiasaan yang dianggap membawa keberuntungan, Milei tetap memilih menonton final dari rumah, meski pada akhirnya Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol. Analis olahraga menilai, ritual takhayul seorang kepala negara ini justru menjadi catatan humanis yang menunjukkan betapa dalamnya ikatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya melalui sepak bola.

Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, pencapaian sebagai runner-up Piala Dunia 2026 tetap menjadi prestasi membanggakan bagi Argentina. Melalui rencana penetapan hari libur nasional, pemerintah berharap masyarakat dapat memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang membawa negaranya kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Keringat dan air mata yang tumpah sepanjang 120 menit di New Jersey akan tetap dikenang sebagai momen kebanggaan nasional, bukan sekadar catatan kekalahan.