Eks Duta Wisata Jatim Buka Suara soal Dugaan Paksa Pacar Aborsi

Tio Ferdian Rahmana saat memberikan klarifikasi atas kasus dugaan memaksa pacar aborsi. (ig)

INDONESIAONLINE — Mantan Wakil I Raka Raki Jawa Timur 2026 Tio Ferdian Rahmana memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya meminta sang kekasih menggugurkan kandungan.

Tio menyampaikan penjelasan tersebut melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengakui pernah berkomunikasi dengan kekasihnya melalui WhatsApp, tetapi menyebut percakapan itu berlangsung ketika dirinya sedang panik dan terdapat informasi yang menurutnya kurang tepat.

Tio menyampaikan permintaan maaf atas komunikasi tersebut. Ia juga menilai terdapat perbedaan antara informasi yang beredar di media sosial dengan kejadian yang ia alami secara langsung.

“Saya memohon maaf atas komunikasi WhatsApp yang kurang tepat. Saat itu saya dalam kondisi panik,” tulis Tio.

Menurut Tio, klarifikasi tersebut diberikan untuk menyampaikan sudut pandangnya dan bukan untuk menyudutkan pihak lain. Ia mengatakan telah mengetahui persoalan tersebut sebelum menjadi konsumsi publik.
Tio juga mengklaim sempat menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab. Namun, tawaran tersebut disebut tidak mendapat persetujuan dari pihak terkait.

Selain itu, Tio menyatakan memiliki sejumlah bukti yang menurutnya dapat membantu menjelaskan rangkaian kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Ia berharap polemik yang berkembang tidak serta-merta dijadikan dasar untuk menilai karakter dirinya maupun keluarganya. Tio meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi dari satu pihak.

Sebelumnya, nama Tio menjadi sorotan setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp di media sosial Instagram dan Threads. Dalam percakapan yang beredar, Tio diduga meminta seorang perempuan yang mengaku sebagai kekasihnya dan sedang hamil 12 minggu untuk menggugurkan kandungan di Singapura.

Terkait polemik tersebut, Pemerintah Kota Surabaya telah memberhentikan Tio sebagai tenaga non-ASN pada staf Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Surabaya sejak Senin (10/8).

Sehari setelahnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur juga mencopot Tio dari jabatan sebagai duta wisata atau wakil I Raka Raki Jawa Timur 2026.

Sementara itu, kepolisian telah meminta pihak yang disebut sebagai korban untuk segera membuat laporan. Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan aparat telah memantau persoalan tersebut. Tetapi hingga Senin (10/8), polisi belum menerima laporan dari pihak korban.

Polisi mengimbau laporan segera dibuat agar informasi tersebut dapat menjadi dasar  penyelidikan. (ars/hel)