INDONESIAONLINE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) menyerahkan dokumen policy brief kepada Pemerintah Kota Samarinda. Dokumen tersebut berisi usulan pengembangan kawasan Folder Air Hitam menjadi ruang publik kreatif yang inklusif dan mampu mengakomodasi aktivitas sosial masyarakat.
Kepala Bidang PPD HMI Cabang Samarinda Ryan Darmawan menilai pembangunan kota tidak seharusnya hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. Menurut dia, pemerintah juga perlu memperhatikan ketersediaan ruang sosial yang dapat mempertemukan warga, mendorong kreativitas generasi muda, serta memperkuat interaksi antarkomunitas.
“Bagi saya, pembangunan kota tidak seharusnya hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu menghadirkan ruang yang mempertemukan masyarakat, mendorong kreativitas generasi muda, menghidupkan aktivitas sosial, serta membangun interaksi yang lebih inklusif,” ujar Ryan.
Ia menjelaskan, Folder Air Hitam yang selama ini dikenal sebagai kawasan penampungan air dan bagian dari upaya pengendalian banjir memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Dengan penataan yang terintegrasi, kawasan tersebut dinilai dapat menjadi ruang bersama yang produktif sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Folder Air Hitam memiliki potensi untuk dikembangkan bukan sekadar sebagai kawasan penampungan air, melainkan sebagai ruang bersama yang hidup, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ryan juga menekankan pentingnya menempatkan ruang publik sebagai bagian strategis dalam perencanaan tata ruang kota. Keberadaan ruang publik yang representatif dinilai dapat menjadi wadah bagi komunitas untuk berkembang, anak muda untuk berkarya, serta masyarakat untuk membangun interaksi dan identitas kota secara bersama-sama.
“Sudah saatnya ruang publik ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan kota. Ruang di mana komunitas dapat bertumbuh, anak muda dapat berkarya, masyarakat dapat berinteraksi, dan identitas kota dapat dibangun bersama,” jelasnya.
Melalui penyerahan policy brief tersebut, HMI Cabang Samarinda berharap Pemkot Samarinda dapat menindaklanjuti gagasan pengembangan Folder Air Hitam melalui kebijakan dan perencanaan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat. Usulan itu diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam mewujudkan ruang publik yang lebih terbuka, partisipatif, dan inklusif.
“Karena kota yang baik bukan hanya tentang seberapa megah bangunannya, tetapi juga tentang seberapa besar ruang yang diberikan kepada masyarakat untuk hidup, tumbuh, dan berpartisipasi,” pungkas Ryan. (ra/hel)







