INDONESIAONLINE – Pemerintah Kota Mojokerto terus berkomitmen menjadikan Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Di tengah Kota, Pemkot Mojokerto tengah menyiapkan Alun-alun yang nantinya juga akan menjadi salah satu pusat rekreasi dan sentra perdagangan. 

Ini disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan arahan di Musrenbang Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (19/1/2022).

“Alun-Alun merupakan pusat kota yang menjadi pusat rekreasi masyarakat. Menjadi tempat kumpulnya masyarakat, jadi sentra perdagangan juga. Maka tentu saja pemerintah kota memiliki satu program bagaimana pusat kota ini bisa menjadi sentra kegiatan namun tetap mengedepankan dari fungsi alun-alun yang sesungguhnya,” jelas Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini.

Baca Juga  Hingga Akhir Juli Jumlah Kunjungan di Kota Batu Tembus 3,6 Juta Wisatawan

Ning Ita juga menyampaikan, saat ini Pemkot Mojokerto sedang mempersiapkan alun-alun sesuai dengan Grand Design yang telah direncanakan.

Seperti halnya di zaman Kerajaan Majapahit, nantinya alun-alun akan disulap dengan mengedepankan arsitektur dari zaman Majapahit. Tujuannya agar nantinya dapat menarik minat wisatawan dengan menghidupkan kembali suasana Kerajaan besar bernama Majapahit yang pernah Jaya masa keemasannya. 

Selain itu, Ning Ita juga akan terus mengangkat kuliner-kuliner asli Kota Mojokerto yang yang digemari masyarakat di sekitar alun-alun  untuk menjadi ikon wisata kuliner. “Kami juga tentu memfasilitasi bagaimana fungsi alun-alun ini sebagai sentra berkumpulnya masyarakat, karena kalau berkumpul tentu ada area perdagangan, makanya akan ada skywalk,” ungkap Wali Kota Mojokerto perempuan pertama ini.

Baca Juga  Sempat Naik, Ternyata Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Malang Masih Rendah

Lebih jauh, Ning Ita juga mengatakan, bahwa nantinya alun-alun juga dapat digunakan sebagai tempat perhelatan untuk lintas instansi. Seperti upacara dan kegiatan lainnya.

Penambahan gapura bernuansa Majapahit juga akan dibangun di tahun 2022 ini. Khususnya gapura di Kelurahan Kauman yang menjadi Kelurahan di sekitar alun-alun. “Di sini ini pusat kerajaan Majapahit, itu yang ingin kita hadirkan di Kota Mojokerto, karena kalau suasana itu sudah terasa, maka ini akan menyedot wisatawan datang ke sini,” pungkasnya.



Muhammad Ali Haidar