Beranda

Amien Rais Kembali Soroti Kedekatan Prabowo–Teddy setelah Hapus Video

Amien Rais Kembali Soroti Kedekatan Prabowo–Teddy setelah Hapus Video
Amien Rais di acara Partai Ummat. (fb)

INDONESIAONLINE  –
Pernyataan Amien Rais mengenai kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuai sorotan publik dan viral di media sosial. Tetapi, video pernyataan yang diunggah di kanal YouTube pribadi Amien Rais itu kini telah dihapus.

Meski begitu, Amien kembali melontarkan kritik dengan menyebut ada hal yang dinilainya tidak wajar terkait sosok Teddy. Lontaran itu disampaikan Amien usai acara Munas Partai Ummat di Sleman, Sabtu (2/5/2026) malam.

Menanggapi polemik yang muncul, Amien menegaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan pendapat dalam kerangka demokrasi. Ia berpendapat kebebasan berbicara seharusnya tidak dibatasi selama dijamin oleh konstitusi.

Amien kembali mengkritik Teddy yang dianggapnya memiliki porsi kekuasaan yang berlebihan di pemerintahan. Ia mengaku mengumpulkan berbagai informasi dari sejumlah sumber, termasuk media sosial dan kanal digital. “Memang sudah saya kira hampir meyakinkan bahwa ada something very unusual (sesuatu yang sangat tidak biasa) tentang saudara kita Teddy ini. Ada something yang memang sebaiknya itu tidak diberi porsi kekuasaan terlalu,” ucapnya.

Amien juga menyinggung kedekatannya di masa lalu dengan Prabowo. Ia mengaku pernah sering berdiskusi dan menghabiskan waktu bersama sehingga merasa mengenal karakter Prabowo sebelum menjabat sebagai presiden.

“Saya melihat bahwa kalau Pak Prabowo itu saya kenal 10 tahun yang lalu. Saya sering inap di Hambalang, saya sering inap di Kertanegara. Sampai malam saya baru pulang dan lain-lain, ngopi bersama. Jadi, kalau Pak Prabowo, menurut saya lho ya dulu, tidak ada satu benang pun yang indikasinya beliau itu sampai katakanlah seperti Teddy Indra Wijaya itu,” ungkapnnya.

Menurut Amien, perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, termasuk jika bertentangan dengan pemerintah maupun kelompok masyarakat lainnya, selama berkaitan dengan kepentingan bangsa.

Sebelumnya, Amien sempat mengunggah video di kanal YouTube miliknya yang membahas isu tersebut dengan judul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”. Namun, video berdurasi sekitar delapan menit itu telah dihapus.

Video  itu diunggah pada Kamis (30/4/2026). Dalam isinya, Amien Rais menyinggung kedekatan antara Prabowo dan Teddy Indra Wijaya serta mengaitkannya dengan isu yang dinilai melampaui batas profesionalitas. Dalam pernyataannya di video viral itu, Amien Rais menyinggung kaum Nabi Luth dulu, yakni lelaki yang suka sesama jenis.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa konten dalam video tersebut mengandung unsur fitnah dan pembunuhan karakter. Ia menilai narasi yang disampaikan tidak memiliki dasar fakta serta berpotensi memicu perpecahan di masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital juga menegaskan bahwa konten tersebut termasuk hoaks dan mengandung ujaran kebencian sehingga dinilai dapat mengganggu stabilitas publik.

Bahkan, relawan yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) menyatakan akan membawa persoalan pernyataan Amien Rais ke jalur hukum karena dinilai mengandung fitnah dan bersifat provokatif. Mereka menilai pernyataan tersebut telah mencoreng nama baik Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ketua DPP ABP Supriyanto menegaskan bahwa ucapan Amien Rais merupakan serangan personal yang tidak berdasar. Ia menyebut tudingan tersebut bukan lagi kritik, melainkan pernyataan yang dipaksakan seolah-olah benar tanpa didukung bukti yang jelas sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

Menurut Supriyanto, narasi yang disampaikan Amien Rais, yang juga ketua Majelis Syura Partai Ummat, telah melampaui batas kewajaran karena menyeret isu moralitas pribadi tanpa landasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menilai pernyataan itu berpotensi menjadi bentuk agitasi yang dapat mengganggu stabilitas politik serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. (rds/hel)

 

Exit mobile version