JATIMTIMES– Sejak dimulainya sensus pendataan dan pemotretan mandiri untuk Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) yang dimulai bulan November 2021 sampai Maret 2022, beragam cerita mengiringi pelaksanaan sensus KartaNU tersebut di Kabupaten Tuban.

Seperti dikisahkan nenek Mukayah (71) tahun asal Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, dirinya cukup antusiasme untuk hadir mengikuti sesi memotretan Kartanu yang digelar MWC NU Kecamatan Senori. Meski usia Mukayah sudah lanjut tidak membuat dirinya patah semangat untuk tetap diakui dan berkhidmat kepada NU.

Alasan Mukayah cukup sederhana sebagai warga Nahdliyin seperti pada umumnya anggota NU yakni kecintaan terhadap Nahdatul Ulama dan Kiai, kata Nenek Mukayah di benaknya memiliki secercah asa dan harapannya untuk mengikuti NU termasuk Kartanu mandiri yaitu sepeninggal dunia (mati), Mukayah mendapatkan kiriman doa dari para warga Nahdliyin lain yang masih hidup. 

Baca Juga  Bupati Sanusi Pimpin Deklarasi Damai Santri untuk Indonesia dari Singosari

“Kulo remen ambek NU. Kalau mati ben dikirimi Fatihah. Sebab itu ikut Kartanu (saya senang dengan NU kelak kalau saya meninggal dapat kiriman Alfihah sebab itu ikut Kartanu, red.),”ungkapnya, Selasa (04/01/2022).

Militansi Mukayah juga ditunjukkan Nahdliyin lain, Matkuri yang menyebutkan bahwa, antusiasme warga untuk memperoleh Kartanu cukup tinggi yang ditunjukkan dengan keikhlasan mereka mengeluarkan iuran sukarela senilai Rp 10 ribu. Selain itu, peserta juga sabar mengantre meski sebelumnya untuk menuju tempat foto peserta berjalan kaki. 

“Kebanyakan warga Nahdliyin rela antre, rela berjalan kaki menuju tempat pemotretan dan iklas. Militansinya lagi mereka sukarela iuran Rp 10 ribu untuk pembuatan Kartanu mandiri tersebut,” tandasnya.

Baca Juga  42 Calon TKI Ilegal Berhasil Digagalkan Polda Kepri saat Hendak Diberangkatkan ke Malaysia

Data diterima Jatim Times, dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tuban dalam sensus kartanu di wilayah kecamatan, Kabupaten Tuban, PCNU Tuban mentargetkan 600 ribu anggota terdaftar sebagai anggota NU. Sensus dimaksudkan sebagai database, juga Kartanu merupakan transformasi organisasi untuk menjadi Key Performance Indicators (KPI) kinerja Cabang-Cabang NU di Indonesia.

Sementara update Senin (03/01) sensus Kartanu baru mecakup MWC NU Kecamatan Senori, Kecamatan Bancar, Kecamatan Kerek, Kecamatan Widang total 113.717 ribu. (*) 



Ahmad Istihar