INDONESIAONLINE – Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur mengalami penurunan signifikan hingga mencapai Rp10 triliun dibandingkan tahun 2024, komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) dipastikan tidak bergeser.
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji menegaskan bahwa program unggulan pendidikan gratis bertajuk “Gratispol”, khususnya beasiswa untuk jenjang pendidikan tinggi S1, S2, dan S3, akan terus berlanjut secara konsisten.
Sepanjang lima tahun masa kepemimpinan kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji, Pemprov Kaltim menargetkan sebanyak 702.679 mahasiswa penerima beasiswa dengan total alokasi anggaran direncanakan mencapai Rp7,11 triliun.
Adapun rincian target penerima Beasiswa Gratispol per tahun dimulai pada tahun pertama (2025) sebanyak 33.546 mahasiswa dengan anggaran Rp204,63 miliar.
Pada tahun 2026 dialokasikan Rp1,31 triliun untuk 124.045 mahasiswa. Selanjutnya, tahun 2027 sebesar Rp1,33 triliun (129.045 mahasiswa), tahun 2028 sebesar Rp1,38 triliun (132.045 mahasiswa), tahun 2029 sebesar Rp1,41 triliun (140.499 mahasiswa), dan memuncak pada tahun 2030 sebesar Rp1,48 triliun bagi 143.499 mahasiswa.
Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Akses Pendidikan
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa investasi pada sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam memajukan daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Kami yakin, rantai kemiskinan hanya bisa diputus dengan pendidikan,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud, Selasa (27/10/2026).
Oleh karena itu, Pemprov Kaltim membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda di Kaltim untuk melanjutkan jenjang perguruan tinggi. Program Gratispol sejauh ini mencakup beasiswa perguruan tinggi di dalam daerah, luar daerah, luar negeri, jalur kerja sama, hingga beasiswa afirmasi.
Program yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya tersebut berlaku secara inklusif bagi seluruh mahasiswa Kaltim yang menempuh studi di perguruan tinggi negeri maupun swasta. (ra/hel)






