INDONESIAONLINE – Dalam Alquran Surat Al Kahfi ayat 9-26, dijelas tentang tentang kisah Ashabul Kahfi. Mereka adalah para pemuda yang tinggal di dalam gua dan tertidur selama 309 tahun. Lantas bagaimana bisa mereka tertidur sampai ratusan tahun ?.

Dalam Tafsir Munir oleh Prof Dr Wahbah az-Zuhaili, dijelaskan bahwa para Ashabul Kahfi merupakan para pemuda mukmin yang sebelumnya berasal dari keluarga terpandang. Demi mempertahankan keyakinan mereka dari fitnah orang-orang kafir, mereka kemudian melarikan diri.

Dalam pelarian, pemuda Ashabul Kahfi tidka lantas hanya berdiam diri. Meski di tempat pelarian, mereka tetap saja memanjatkan doa kepada Allah SWT. Al-Qur’an surat Al Kahfi ayat 10 menjelaskan tentang hal ini.

Baca Juga  Viral, 3 Ustaz Ini Sebut Nabi Muhammad adalah Wujud Allah

Pemuda Ashabul Kahfi selama pelariannya dari orang yang mencari mereka, selalu menyibukkan diri dengan berdoa kepada Allah dengan doa yang termaktub dalam surah Al Kahfi ayat 10. “Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS Al Kahfi 10).

Dalam pelariannya, mereka bersembunyi di sebuah gua. Allah SWT kemudian memberikan pertolongan kepada pemuda Ashabul Kahfi selama tinggal di dalam gua.

Atas kuasanya, Allah SWT kemudian menidurkam para Ashabul Kahfi dan membuat telinga mereka tidak dapata mendengarkan apapun. Hal ini untuk menjaga mereka agar tidak terbangun dari tidurnya. Para Ashabul Kahfi ini tanpa terasa tidur di dalam gua selama 309 tahun. Hal ini dijelaskan dalam Surat Al Kahfi ayat 25. “Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.” (QS Al Kahfi 25).

Baca Juga  Berdoa Saat Sujud Rakaat Terakhir Bisa Membatalkan Salat Jika Dilakukan, Seperti Ini kata Ustaz Abdul Somad

Setelah 309 tahun tertidur, Allah SWT kemudian membangunkan Para Ashabul Kahfi. Dibangunkannya Ashabul Kahfi ini, Allah SWT memiliki tujuan untuk menguji pengetahuan mereka tentang lama waktu mereka berada dan tertidur di dalam gua.

Seperti dalam Firman Allah SWT, “agar Kami mengetahui bahwa golongan yang tepat itu ada”.