Korban SN dan TKP kolam yang membuatnya tak tertolong. (Foto : Dokpol/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES – Ditinggal salat dzuhur, seorang balita berusia 18 bulan di Tulungagung, ditemukan tewas di dalam kolam ikan. Nasib nahas ini terjadi di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Minggu (30/01/2022) sekitar jam 13.00 WIB. 

“Benar, kejadian balita tercebur kolam,” kata Kapolsek Boyolangu, AKP Sukirno. 

Dijelaskannya, kronologi kejadian bermula saat LN (ibu korban) dan SN (korban) sedang berada di rumah orangtuanya di Desa Kepuh.

“Kemudian yang bersangkutan ini melaksanakan ibadah salat Dhuhur. Setelah selesai melaksanakan ibadah sekira pukul 13.00 WIB mendapati korban sudah tidak ada dan berusaha mencari keberadaan korban yang merupakan anaknya itu,” ujarnya. 

Saat pencarian, ia meminta tolong saksi bernama Rizal untuk mencari SN di kolam milik Tarni, orang tuanya. 

Baca Juga  Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Surabaya, Komisi D Minta Pemkot Berkolaborasi dengan NGO

“Saat saksi berada di belakang rumah, kemudian mendapati korban sudah berada di dalam kolam dalam keadaan tidak sadar,” ungkapnya.

Kemudian oleh saksi lain yang bernama Isroin, meminta tolong kepada tetangga untuk menghubungi petugas Polsek Boyolangu. 

Balita SN kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara pada jam 13.30 WIB dengan harapan mendapatkan pertolongan medis. Setelah mendapatkan penanganan medis, SN didapati sudah meninggal dunia sekira 13.45 WIB.

“Penyebab kematian diduga korban tidak bisa berenang dan paru-paru kemasukan air sehingga tidak bisa bernafas yang mengakibatkan meninggal dunia,” pungkasnya. 



Anang Basso