JATIMTIMES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu saat ini tidak hanya konsentrasi mencegah penyebaran covid-19. Dinkes juga berjibaku mengatasi demam berdarah dengue (DBD). Sebab, hingga 30 Januari 2022, tercatat sudah 11 kasus DBD di Kota Batu.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Batu, 11 kasus DBD tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kota Batu. Rinciannya terbanyak di Kecamatan Bumiaji dengan 6 kasus. Lalu di Kecamatan Batu ada 3 kasus, dan ini2 kasus ada di Kecamatan Junrejo.

Untungnya hingga saat ini belum ada kasus kematian lantaran DBD. Tetapi 11 kasus tersebut tergolong tinggi dibandingkan dengan kasus DBD pada tahun 2021.

“Karena tahun 2021, dalam setahun hanya ada 19 kasus. Sementara baru satu bulan di awal tahun 2022,  kasus DBD sudah 11 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg. Kartika Trisulandari.

Baca Juga  Gandeng Ponpes Manbaul Ulum, Rumah Sedekah NU Gelar Pelatihan untuk Santri

Kartika menambahkan, penyebab besar DBD berasal dari gaya hidup individu sendiri. “Justru seharusnya di Kota Batu ini tidak ada kasus DBD. Karena suhu yang dingin ini bukan habitat yang disukai  nyamuk. Mereka lebih suka di suhu yang panas,” imbuh Kartika.

Karena itu Kartika meminta kepada warga untuk untuk aktif dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). PSN ini dengan cara menguras genangan air dan menutup tempat air yang bisa menjadi sarang nyamuk. “Untuk menghindari terkena DBD, supaya mulai aktif lakukan PSN serentak,” imbau Kartika.

Dengan dilakukannya PSN, upaya  pencegahan serangan wabah DBD ini bisa ditekan karena mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty yang berbahaya. Kartika juga mengimbau agar membersihkan tempat potensial sarang nyamuk sebanyak seminggu sekali.

Baca Juga  Kecelakaan Bus Kader Hanura di Tol Ngawi: 2 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

“Dengan begitu, tempat-tempat tersebut bisa bebas dari jentik nyamuk,” ujar Kartika. Menurut Kartika, jika warga bisa melakukan dengan rutin, maka kemungkinan serangan DBD bisa ditekan.



Irsya Richa