JATIMTIMES – Jumlah pelajar di Kota Blitar yang terkonfirmasi positif Covid-19 dilaporkan bertambah. Bertambahnya kasus Covid-19 di kalangan pelajar ini terungkap setelah Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar melakukan tracing dan swab pasca 1 siswa dinyatakan positif setelah Kota Blitar menerapkan pembelajaran tatap muka.

Informasi yang diterima JATIMTIMES, jumlah siswa positif di Kota Blitar bertambah 8 orang. Data ini berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Blitar Solikhin.

“Kami menerima informasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar. Jumlah pasien positif di kalangan pelajar bertambah 8 orang. Hasil positif kedelapan siswa tersebut baru keluar hari ini,” kata Solikhin, Rabu (2/2/2022).

Solikhin menambahkan, pasca ditemukannya 8 siswa positif ini pihak sekolah diminta untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu.

Baca Juga  Buruan Daftar di Unikama, Pendaftar Bisa Dapat Potongan DPP 25-50 Persen

“Kami sudah sampaikan kepada pihak sekolah agar meliburkan atau tidak menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Kegiatan belajar mengajar diganti dengan pembelajaran tatap jauh sejak hari Senin lalu,” terangnya.

Kedelapan siswa yang dinyatakan positif Covid-19 ini berasal dari Kota  Blitar dan Kabupaten Blitar. Menurut Solikhin semuanya telah mendapatkan penanganan dan sudah melakukan isolasi mandiri.

“Kedelapan siswa itu ada yang berasal dari Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Saat ini semuanya sudah menjalani karantina, sudah tertangani semua,” tukas Solikhin.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa sebuah SMK swasta di Jalan Kelud Kota Blitar  dinyatakan positif Covid-19. Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Blitar Toto Robandiyo mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, siswa yang dinyatakan positif  awalnya mengalami gejala kurang enak badan. Namun, yang bersangkutan tetap masuk sekolah.

Baca Juga  UIN Maliki Malang dan Burapha University Thailand Perkuat Kolaborasi Akademik

“Yang bersangkutan merasa tidak enak badan. Kemudian diperiksa swab pada 28 Januari dan hasilnya positif,” jelas Toto.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan tracing dan swab  test bagi  siswa yang satu kelas. Satgas Penanganan Covid-19 kemudian meminta sekolah untuk meliburkan siswa sekelas selama lima hari sesuai surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri.



Aunur Rofiq