Biaya Tinggi Jadi Kendala, Penanganan Jantung Bawaan Anak Masih Terbatas

Biaya Tinggi Jadi Kendala, Penanganan Jantung Bawaan Anak Masih Terbatas
Ilustrasi anak Indonesia. (istock)

INDONESIAONLINE – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut penyakit jantung bawaan pada anak masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan Indonesia. Dari puluhan ribu kasus yang terdeteksi setiap tahun, hanya sebagian kecil yang dapat memperoleh penanganan medis.

Menurut Dante, angka kejadian kelainan jantung bawaan pada anak di Indonesia mencapai sekitar delapan kasus per 1.000 kelahiran. Dari total sekitar 50 ribu anak yang teridentifikasi mengalami gangguan jantung, baru sekitar 5 ribu yang mampu ditangani secara medis.

Dante menjelaskan, keterbatasan kapasitas layanan menjadi salah satu kendala utama, mulai dari antrean tindakan medis yang panjang hingga tingginya biaya operasi jantung. Dante mengungkapkan, biaya tindakan operasi jantung pada anak rata-rata bisa mencapai Rp 100 juta, tergantung tingkat keparahan penyakit.

Sementara itu, pembiayaan yang ditanggung BPJS Kesehatan untuk tindakan tersebut masih terbatas, yakni sekitar Rp 30 juta. Kekurangan biaya tersebut kerap ditutup melalui subsidi rumah sakit atau bantuan dari pihak lain.

Untuk memperluas akses penanganan, Kementerian Kesehatan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Jantung Indonesia serta sejumlah organisasi sosial. Selain itu, kerja sama internasional, salah satunya dengan Arab Saudi, juga telah dilakukan guna mendukung layanan kesehatan jantung anak.

Dante menambahkan, pemerintah terus melakukan upaya negosiasi dan advokasi agar dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan ke depan dapat ditingkatkan. Namun ia mengakui, alokasi anggaran harus dibagi secara proporsional agar penanganan berbagai penyakit di Indonesia tetap berjalan merata.

Menurut wamenkes, pembiayaan BPJS idealnya difokuskan pada tindakan medis berskala besar dan bersifat katastropik yang membutuhkan biaya tinggi sehingga penanganan pasien dengan penyakit berat dapat lebih optimal. (rds/hel)