INDONESIAONLINE – Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kabar bocah SD di Banyuwangi melakukan bunuh diri. Aksi nekat itu dilakukan karena diduga dia  kerap di-bully saat berada di sekolah. 

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi pun melakukan penulusuran penyebab gantung diri bocah SD berinisial MR (11), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, tersebut. 

Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan pihaknya segera melakukan penelusuran ke sekolah. Dari hasil temuan di sekolah, guru dan temannya mengaku MR adalah anak yang aktif di sekolah.  

“Pengakuan guru dan teman-temannya, tidak ada pem-bully-an terhadap korban di sekolah. Dia termasuk anak aktif dan disayang gurunya,” ujar Suratno, Kamis (2/3/2023). 

Baca Juga  Setelah Tampil di Bali, Tim Askab PSSI Banyuwangi Siap Ikuti Festival Sepakbola Nasional SEAFT Indonesia 2023

Sebelumnya, MR ditemukan ibu kandungnya, Wasiah (50), pada Senin (27/2/2023) sudah dalam kondisi tergantung di tiang dapur. Lalu Wasiah meminta pertolongan kepada tetangga dan anak pertamanya, MN. 

Beberapa saat kemudian MN datang bersama tiga temanjya. MN  yang masuk ke dapur kaget melihat adiknya dalam posisi tergantung di tiang dapur. 

Bersama ketiga temannya, MN menurunkan tubuh adiknya. Saat itu denyut nadi MR juga masih ada. Namun, setibanya di klinik, nyawa MR sudah tidak dapat tertolong. 

Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi mengatakan peristiwa itu terjadi Senin 27 Februari 2023 sekitar pukul 16.00 WIB. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi juga menemukan seutas tali yang digunakan MR untuk mengakhiri hidup.

Baca Juga  Kanal YouTube Suara Rakyat Sebut Gunung Kelud akan Erupsi, Ini Fakta Sebenarnya

Menurut keterangan ibu korban, MR sering di-bully oleh teman-temannya. “Anaknya ini sensitif. Setiap pulang habis main, selalu menangis. Pulang sekolah biasanya salam, kemarin nggak salam. Ditanya itu, juga tidak merespons,” ungkap Basori.

“Pokoknya kalau pulang nesu (marah) itu, berarti dia habis di-bully temannya. Dia anak yatim. Padahal sudah dibilang kalau punya bapak,” imbuh Basori. 

Keterangan dari pihak keluarga, MR sebelumnya dikenal sebagai sosok anak yang rajin membantu ibunya mengurus tanaman jahe. Di rumah, MR hanya tinggal dengan ibu dan kakaknya setelah sang ayah meninggal beberapa tahun lalu.