Sosialisasi Jamsostek untuk penerima KUR digelar BPJSMSOSTEK dan BRI secara virtual.(Foto : BPJAMSOSTEK)

JATIMTIMES – Badan Pelayanan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Blitar kian gencar memberikan sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek). Kali ini bersinergi dengan Bank BRI Blitar, BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Blitar menggelar sosialisasi jamsostek kepada penerima kredit usaha rakyat (KUR).

Kegiatan virtual ini dihadiri oleh Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Blitar Agus Dwi Fitriyanto beserta staf, pimpinan cabang BRI Blitar beserta staf, dan perwakilan penerima KUR. Kegiatan dilaksanakan secara daring karena pandemi covid-19 belum berakhir.

‘’Kondisi pandemi mengharuskan pertemuan digelar melalui daring. Alhamduulilah sosialisasi yang kita laksanakan berjalan sukses. Semoga manfaat program BPJAMSOSTEK dirasakan oleh masyarakat, khususnya penerima KUR dari BRI,’’  kata Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Blitar Agus Dwi Fitriyanto.

Baca Juga  Blusukan, BPJS Ketenagakerjaan Madura Lindungi Pedagang Pasar Tradisional di Bangkalan

Agus menambahkan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 2 Tahun 2021 Pasal 23 Ayat 8 yang berbunyi calon penerima KUR kecil dapat ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Diharapkan kegiatan ini dapat mengoptimalkan perlindungan ketenagakerjaan kepada seluruh penerima KUR. Menurut Agus, penerima KUR juga memiliki resiko dalam menjalankan aktivitas usahanya. “ Kami terus berupaya memberikan perlindungan kepada seluruh penerima KUR di wilayah Blitar. Mereka juga memiliki risiko dalam bekerja,’’ ucapnya.

Lebih dalam Agus menyampaikan, BPJAMSOSTEK akan terus memberikan edukasi mengenai pentingnya memiliki perlindungan sosial. Utamanya ketenagakerjaan yang akan melindungi para penerima KUR dari risiko-risiko yang tidak dapat diprediksi.

Baca Juga  Inflasi dan PMI Manufaktur di Awal Tahun Memberikan Prospek Positif, Jadi Sinyal Optimisme Pemulihan Ekonomi Nasional

“Sektor mikro kecil seperti halnya KUR membutuhkan sosialisasi  berkelanjutan. Sosialisasi berkelanjutan diperlukan agar para pekerja nonformal ini juga memahami akan pentingnya perlindungan ketika mereka bekerja,” pungkas Agus.



Aunur Rofiq