INDONESIAONLINE – Perum Bulog menyatakan kesiapannya untuk merambah pasar internasional dengan mengekspor beras ke Malaysia dan sejumlah negara tetangga tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa rencana ini akan berjalan selaras dengan penugasan resmi serta koordinasi antar-kementerian.
Rizal menjelaskan bahwa keberhasilan rencana ekspor ini sangat bergantung pada data pemetaan pasar. Bulog kini tengah menunggu informasi strategis dari Kementerian Perdagangan untuk mengidentifikasi negara mana saja yang memiliki potensi permintaan paling tinggi.
”Secara prinsip kami siap. Fokus kami saat ini adalah memantau potensi pasar di negara tujuan, di mana Kementerian Perdagangan memegang peran kunci dalam menjalin komunikasi antar-negara,” ucap Rizal.
Target Volume dan Negara Tujuan
Berdasarkan instruksi dari menteri pertanian, Bulog diminta mengalokasikan sebanyak 1 juta ton beras untuk kebutuhan ekspor. Selain Malaysia, beberapa negara yang masuk dalam radar tujuan ekspor antara lain Timor Leste dan Papua Nugini.
Ketahanan Pangan Tetap Prioritas
Meski akan melakukan ekspor besar-besaran, Bulog menjamin stabilitas pangan di dalam negeri tidak akan terganggu. Hal ini didasarkan pada posisi cadangan beras pemerintah (CBP) yang sangat kuat.
Saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3.351.900 ton. Stok ini akan terus bertambah karena Bulog ditargetkan menyerap beras petani lokal sebanyak 4 juta ton tahun ini.
“Kami Bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton. Jadi, kalau nambah 4 juta ditambah 3 juta, ya hampir 7 juta lebih nanti stok kami. Dengan 7 juta tersebut insya Allah kita akan maksimalkan untuk dalam negeri dulu,” jelas Ahmad Rizal. (rds/hel)













