INDONESIAONLINE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah. Penangkapan tersebut terjadi hanya beberapa hari menjelang peringatan Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Sukoharjo.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut operasi tangkap tangan itu berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan bupati terhadap sejumlah perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo. “Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Budi Prasetyo, Jumat (10/7/2026).
Budi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan penyelidikan tertutup yang berujung pada peristiwa tertangkap tangan. Dalam operasi itu, tim KPK mengamankan lima orang, termasuk Bupati Etik Suryani.
“KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap tangan di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah,” kata Budi. “Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang. Salah satunya nupati Sukoharjo,” lanjutnya.
Etik Suryani sempat menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Solo sejak Kamis (9/7) malam. Berdasarkan pantauan di lokasi, ia keluar dari Mapolresta Solo sekitar pukul 05.41 WIB dengan mengenakan masker sebelum diberangkatkan ke Jakarta bersama empat orang lainnya.
Kelima pihak yang diamankan selanjutnya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Penangkapan Etik menjadi kabar yang mengejutkan menjelang peringatan Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Sukoharjo. Tiap 15 Juli diperingati sebagai hari ulang tahun Sukoharjo. Artinya, Etik ditangkap KPK enam hari jelang HUT Sukoharjo.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, rangkaian perayaan HUT Sukoharjo dijadwalkan berlangsung pada Rabu 15 Juli 2026 di Alun-Alun Satya Negara mulai pukul 06.30 WIB. Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah perlombaan mengenakan pakaian adat Nusantara.
Teruskan Kepemimpinan Suami
Bupati Sukoharjo Etik Suryani merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengawali karier profesionalnya di dunia perbankan sebelum terjun ke politik. Perempuan kelahiran Solo 15 Maret 1963 itu pernah menjabat sebagai kepala cabang di sebuah bank.
Riwayat pendidikannya ditempuh di wilayah Solo Raya. Etik menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 9 Solo, kemudian lulus dari SMA Negeri 1 Kartasura pada 1982. Ia meraih gelar sarjana di Universitas Surakarta pada 2010, lalu menyelesaikan studi magister manajemen di STIE AUB Surakarta pada 2018.
Nama Etik mulai dikenal luas ketika aktif mendampingi suaminya, Wardoyo Wijaya, yang menjabat bupati Sukoharjo selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2021.
Wardoyo juga merupakan tokoh senior PDIP yang pernah memimpin DPC PDIP Kabupaten Sukoharjo selama periode 2010 hingga 2021. Kehadiran Wardoyo di partai turut memperkuat posisi Etik dalam membangun karier politiknya di internal PDIP.
Setelah masa jabatan Wardoyo berakhir, estafet kepemimpinan di Kabupaten Sukoharjo berlanjut melalui Etik Suryani yang diusung PDIP pada Pilkada 2020. Saat itu, Etik berpasangan dengan Agus Santosa, mantan sekretaris daerah (sekda) Sukoharjo.
Pasangan yang dikenal dengan sebutan “EA” tersebut berhasil memenangkan Pilkada Sukoharjo 2020 dengan perolehan 266.500 suara atau 53,34 persen dari total suara sah.
Pada Pilkada 2024, PDIP kembali memberikan rekomendasi kepada Etik Suryani untuk maju sebagai calon bupati. Dalam kontestasi itu, PDIP berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mengusung pasangan Etik Suryani-Eko Sapto Purnomo.
Menghadapi kotak kosong, pasangan Etik-Sapto meraih kemenangan telak dengan memperoleh 319.923 suara atau sekitar 66,76 persen dari total suara sah.
Atas hasil tersebut, Etik Suryani kembali dilantik sebagai bupati Sukoharjo untuk masa jabatan 2025–2030. Pelantikan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025. (rds/hel)
