INDONESIAONLINE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan pesisir selatan. Hal ini disampaikan Robinson Nadaek Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung dari rilis yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.

“Belum masuk kemarau, masih terjadi cuaca yang berpotensi hujan dan gelombang tinggi,” kata Robinson.

Press Rilis BMKG Jawa Timur yang disampaikan Robinson akan terjadi pada 19 hingga 24 Februari 2023 mendatang. “Perkembangan dinamika atmosfer yang masih labil dan diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, terdapat beberapa kondisi yang dapat  mengakibatkan potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi,” demikian disampaikan oleh Robinson.

Baca Juga  Mengerikan, Doa Nuh yang Mengutuk Kedua Anak dan Keturunannya

Keadaan ini lanjutnya, dipengaruhi  masih aktifnya Monsun Asia dan La Nina dalam kategori lemah di Indonesiayang mendukung pembentukan awan hujan khususnya awan Cumulonimbus. 

“Kondisi  ini dapat mengakibatkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan dapat disertai dengan angin kencang,” jelasnya.

Kecepatan angin diperkirakan mencapai 25 Knot atau 45 km/jam dan potensi pertumbuhan awan hujan. “Ketinggian gelombang di Laut Jawa bagian timur dapat mecapai 3.0 meter dan Perairan selatan Jawa Timur diperkirakan mencapai 3.3 meter. Perlu diwaspadai adanya aktivitas pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat meningkatkan ketinggian gelombang laut dalam skala lokal,” lanjutnya.

Untuk itu, atas peringatan BMKG ini, BPBD Kabupaten Tulungagung mengingatkan agar masyarakat lebih waspada. ” Masyarakat dan para pengguna jasa kemaritiman diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas laut dan terus memperhatikan update informasi cuaca,” tutupnya.

Baca Juga  Tips Menu Sahur Tumis Sosis Telur, Lezat dan tidak Membosankan