INDONESIAONLINE – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kabar kematiannya sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kemudian dikonfirmasi otoritas Iran pada Minggu (1/3).
Atas kematian Ali Khamenei, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi serta anggota keluarganya juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut. Berikut daftar nama yang disebut tewas:
– Ali Khamenei – Pemimpin tertinggi Iran
– Mohammad Pakpour – Komandan Garda Revolusi Iran
– Ali Shamkhani – Sekretaris Dewan Pertahanan Iran
– Aziz Nasirzadeh – Menteri pertahanan Iran
– Saleh Asadi – Pejabat intelijen Iran
– Hossein Jabal Amelian – Pejabat penelitian Iran
– Reza Mozaffari-Nia – Pejabat penelitian Iran
– Mohammed Shirazi – Penghubung pertahanan senior Iran
– Putri Ali Khamenei
– Menantu Ali Khamenei
– Cucu Ali Khamenei
Laporan menyebut serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi strategis, termasuk kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran. Situasi keamanan di Iran masih dilaporkan tegang menyusul insiden tersebut.
Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan memberikan hukuman berat kepada pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Garda Revolusi menegaskan pembalasan akan dilakukan secara tegas dan tidak akan dibiarkan begitu saja.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP, IRGC menyebut “tangan pembalasan bangsa Iran” akan menjangkau para pelaku dan menjatuhkan hukuman yang berat serta patut disesalkan musuh.
Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency melaporkan bahwa Garda Revolusi tengah menyiapkan operasi balasan yang akan menyasar target militer dan keamanan Amerika Serikat serta Israel. Serangan disebut akan menggunakan rudal dan drone dengan teknologi lebih canggih dibandingkan yang dipakai dalam Operasi True Promise 3. (rds/hel)













