INDONESIAONLINE – Nama Destry Damayanti kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkannya sebagai calon tunggal gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI. Jika lolos uji kelayakan dan kepatutan, Destry berpeluang memimpin bank sentral secara definitif.
Usulan tersebut disampaikan melalui surat presiden (surpres) yang dibawa Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ke DPR RI. Pemerintah hanya mengajukan satu nama, yakni Destry yang saat ini menjalankan tugas sebagai penjabat sementara gubernur BI.
“Namanya tunggal, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry yang beliau sekarang menjabat penjabat gubernur BI sementara,” ujar Prasetyo.
Setelah menerima surpres, pimpinan DPR RI akan menindaklanjutinya dengan menugaskan Komisi XI DPR RI. Komisi yang menjadi mitra kerja BI tersebut nantinya akan menjalankan proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Destry.
Destry saat ini mengemban tugas sebagai Pjs gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan gubernur BI. Sebelum ditunjuk sebagai penjabat sementara, Destry merupakan deputi gubernur senior BI.
Profil Destry Damayanti
Destry Damayanti merupakan ekonom kelahiran Jakarta pada 1963. Kariernya di bidang ekonomi dan keuangan telah berlangsung selama puluhan tahun, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI). Destry kemudian melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar master of science (MSc) dalam bidang regional science.
Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan profesionalnya sebagai ekonom yang banyak berkecimpung dalam kajian ekonomi makro, sektor keuangan, serta kebijakan publik.
Rekam Jejak Karier
Perjalanan profesional Destry dimulai di sektor perbankan. Pada 1997-2000, ia bekerja di Citibank Indonesia. Pengalaman tersebut membuatnya bersentuhan langsung dengan industri perbankan dan perkembangan pasar keuangan internasional.
Setelah itu, Destry dipercaya menjadi senior economic adviser bagi duta besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam analisis ekonomi makro serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan hubungan ekonomi Indonesia dan Inggris.
Destry juga memiliki pengalaman di dunia akademik. Ia pernah menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kiprahnya di lingkungan kampus turut memperkuat pengalamannya dalam bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Kariernya kemudian berlanjut di sektor pasar modal. Pada 2005-2011, Destry menjabat sebagai chief economist Mandiri Sekuritas. Ia aktif memberikan analisis terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, pasar modal, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berkarier di Bank Mandiri dan Kementerian BUMN
Pada 2011-2015, Destry dipercaya menjadi chief economist Bank Mandiri. Dalam jabatan tersebut, ia berperan dalam menyusun proyeksi ekonomi sekaligus menyampaikan pandangan mengenai kondisi dan prospek perekonomian Indonesia.
Di tengah masa tersebut, Destry juga dipercaya menjadi ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015. Satgas tersebut bertugas memberikan masukan serta rekomendasi terkait berbagai kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan perusahaan milik negara.
Setelah berkiprah di Bank Mandiri, Destry masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia menjadi anggota Dewan Komisioner LPS pada 2015-2019.
Selama berada di LPS, Destry terlibat dalam sejumlah persoalan yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan, penjaminan simpanan nasabah, resolusi bank, serta upaya mitigasi risiko di sektor perbankan.
Masuk Bank Indonesia
Langkah penting dalam karier Destry terjadi pada 2019 ketika ia ditetapkan sebagai deputi gubernur senior Bank Indonesia. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 dan ia mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Destry kemudian kembali dipercaya menduduki posisi deputi gubernur senior untuk periode kedua, yakni 2024-2029, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.
Sebagai deputi gubernur senior, Destry memiliki tanggung jawab strategis dalam membantu gubernur BI menjalankan tugas bank sentral. Perannya mencakup berbagai bidang, mulai dari kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, pengembangan ekonomi dan keuangan digital, hingga koordinasi dengan pemerintah serta otoritas sektor keuangan.
Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan gubernur BI, Destry kemudian ditunjuk sebagai penjabat sementara gubernur BI. Penunjukan tersebut mengikuti mekanisme yang berlaku ketika posisi gubernur bank sentral mengalami kekosongan.
Dalam kondisi tersebut, deputi gubernur senior menjalankan tugas gubernur BI sampai ditetapkannya gubernur definitif.
Kini, Destry kembali berada di pusat perhatian setelah Presiden Prabowo mengajukannya sebagai satu-satunya calon gubernur BI kepada DPR RI.
Tahap berikutnya adalah proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Apabila memperoleh persetujuan, Destry akan melanjutkan tugasnya memimpin Bank Indonesia sebagai gubernur definitif. (hsa/hel)







