Didominasi Sutradara Papan Atas dan Adaptasi Novel Populer, Ini Film Indonesia 2026 yang Ditunggu

Didominasi Sutradara Papan Atas dan Adaptasi Novel Populer, Ini Film Indonesia 2026 yang Ditunggu
Dua pemeran film Children of Heaven yang bakal tayang 2026. (luarbioskop)

INDONESIAONLINE – Industri film tanah air bersiap menyambut tahun 2026 dengan kalender rilis yang sangat kompetitif. Tahun ini akan menjadi panggung bagi para sutradara papan atas seperti Joko Anwar, Hanung Bramantyo, hingga Kamila Andini untuk memamerkan visi artistik mereka.

​Berikut kurasi film Indonesia yang wajib masuk dalam daftar tontonan Anda tahun ini:

Layar Lebar Berbasis Literasi dan Drama

  • Laut Bercerita: Yosep Anggi Noen mengalihwahanakan novel mahakarya Leila S. Chudori ke layar perak. Menampilkan Reza Rahadian sebagai Biru Laut, film ini memotret luka sejarah mahasiswa era 90-an yang terjebak dalam pusaran perlawanan terhadap rezim otoriter.
  • Children of Heaven: Manoj Punjabi dan Hanung Bramantyo berkolaborasi mengadaptasi film legendaris Iran menjadi versi lokal. Berlatar di pinggiran Semarang, drama ini mengisahkan perjuangan Ali dan Zahra dalam menghadapi kemiskinan dengan cara yang menyentuh hati.
  • Empat Musim Pertiwi: Kamila Andini menghadirkan Putri Marino dalam sebuah drama intens. Kisahnya berfokus pada kembalinya Pertiwi ke lingkungan sosialnya setelah mendekam belasan tahun di balik jeruji besi akibat tindakan pembelaan diri terhadap kekerasan seksual.

Eksplorasi Horor dan Komedi Gelap

  • Ghost in the Cell: Setelah melalui fase riset yang panjang sejak 2018, Joko Anwar meluncurkan proyek horor-komedi terbarunya. Film ini mengeksplorasi ketegangan mistis yang dialami empat narapidana di dalam sel penjara yang angker.
  • Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa: Luna Maya kembali menghidupkan ratu horor Indonesia dalam babak terbaru. Kali ini, narasi berfokus pada persimpangan antara dendam ilmu hitam dan penebusan melalui cinta di tengah kekejaman penguasa desa.
  • Badut Gendong: Semesta film Qodrat kian luas dengan hadirnya spin-off garapan Charles Gozali. Menariknya, film ini mengambil sudut pandang tokoh antagonis yang terjerat dalam ritual kuno dan dendam masa lalu.

Animasi, Musikal, dan Cerita Keluarga

  • Na Willa: Ryan Adriandhy kembali dengan gaya penceritaan yang khas melalui adaptasi buku karya Reda Gaudiamo. Film yang dijadwalkan mengisi momen Lebaran 2026 ini menawarkan nostalgia kehidupan masa kecil di Surabaya era 60-an.
  • Pulang Kampung: Pasca-kesuksesan Agak Laen, Bene Dion kembali ke kursi sutradara. Ia menyiapkan sebuah film musikal bertema budaya Batak yang akan mengangkat keresahan serta kehangatan tradisi mudik.
  • Garuda di Dadaku (Animasi): Semangat nasionalisme kembali hadir dalam format animasi. Mengisahkan perjuangan Putra, seorang remaja pengidap asma yang mengejar mimpinya menjadi punggawa timnas sepak bola melalui bantuan jersey misterius. (hsa/hel)