Beranda

DKI Jakarta Sarang Pemain Judi Online Terbanyak, Cengkareng Paling Tinggi

Ilustrasi Judi Online (Judol), di mana menurut data PPATK DKI Jakarta jadi sarang bagi pemain judi online terbanyak di Indonesia (io)

DKI Jakarta pemain judi online terbanyak. Jakbar 89.320 orang, Cengkareng tertinggi. Polisi gerebek game center berkedok judi, 69 ditangkap.

INDONESIAONLINE – DKI Jakarta kini menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia, berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) per Juni 2026. Empat wilayah di ibu kota masuk dalam daftar nasional, dengan Jakarta Barat memimpin 89.320 pemain. Data BPS 2025 mencatat 3,7 persen warga Jakbar terlibat judol, melonjak dari 1,2 persen pada 2023.

PPATK mencatat total pemain judol di DKI mencapai 270.526 orang per kuartal I 2026, naik 28 persen dari tahun lalu. Selain Jakbar, wilayah lain dengan jumlah pemain tinggi adalah Jakarta Timur (81.750 orang), Jakarta Utara (54.916 orang), dan Jakarta Selatan (44.540 orang).

Di tingkat kecamatan, Cengkareng (Jakbar) mencatat jumlah pemain terbanyak, disusul Cakung (Jaktim), Tanjung Priok (Jakut), dan Kebayoran Lama (Jaksel).

Ketua Tim Humas PPATK Tri Andriyanto mengatakan, tingginya angka pemain judol di Jakarta dipengaruhi gabungan faktor. “Kepadatan penduduk, kemudahaan akses internet, tingginya pengguna smartphone, kemudahan layanan perbankan dan digital, dan tingginya aktivitas ekonomi di Jakarta menjadikan Jakarta sebagai salah satu wilayah dengan jumlah pemain dan nilai transaksi judi online yang tinggi,” ujar Tri.

Razia Game Center Berkedok Judi, 69 Orang Diamankan

Polda Metro Jaya menggerebek dua lokasi perjudian berkedok game center di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu (13/6/2026), dengan total 69 orang diamankan. “Total orang yang diamankan dari penggerebekan dua tempat judi dengan modus Timezone dengan tersangka sebanyak 69 orang,” kata Kanit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Reza Arif Hadafi.

Sebanyak 76 mesin judi disita dari Disney Timezone di Penjaringan, Jakarta Utara, dan 58 mesin dari Sky Time Zone di Kalideres, Jakarta Barat. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan praktik perjudian di lokasi tersebut menggunakan sistem deposit yang ditukarkan menjadi voucher dan koin untuk bermain.

“Terdapat permainan Mickey Mouse, roulette, naga putar, bola angin, tembak burung atau ikan atau naga, kartu paman, hingga slot,” kata Rahim. Poin yang diperoleh pemain dapat ditukarkan dengan uang tunai atau emas ANTAM.

Tri menyebut faktor lingkungan turut berkontribusi pada tingginya angka judol di Cengkareng. “Di beberapa lingkungan, aktivitas perjudian telah dianggap sebagai hal yang lazim atau sekadar sarana hiburan untuk mengisi waktu luang,” katanya.

Faktor ekonomi dan psikologis juga jadi pendorong utama. “Sebagian masyarakat memandang judi online sebagai cara yang cepat untuk memperoleh penghasilan atau memperbaiki kondisi ekonomi, terutama di tengah tekanan kebutuhan hidup dan keterbatasan kesempatan ekonomi,” ucap dia.

Kriminolog Universitas Indonesia Josias Simon menilai judol di Jakarta tidak bisa dijelaskan satu faktor. “Perkotaan yang kemudian pemenuhan kebutuhannya yang terasa berat dan segala macam, pinjaman online, dan lari ke judi online yang tadinya permainan, sekadar hiburan. Nah inilah relasinya menyambung begitu loh ke judi online,” ujar Josias.

Ia menambahkan, hampir semua kelompok masyarakat rentan terjerat judol. “Jadi kalau dalam hal ini sih hampir semua itu rentan ya, begitu loh. Termasuk golongan juga yang mampu. Tapi memang kalau terkait dengan masalah ekonomi, kebutuhan mendesak, memang menengah ke bawah yang kemudian condong ke sana gitu dibandingkan yang mampu.”

Kominfo 2026 mencatat 1.240 situs judol diblokir di Jakarta pada paruh pertama 2026, namun 870 situs baru bermunculan via Telegram dan WhatsApp. PPATK mencatat 65 persen pemain judol di Jakarta berusia 19-35 tahun.

PPATK tengah berkoordinasi dengan BSSN dan Polri untuk memperketat pemantauan transaksi keuangan terkait judol. Josias menekankan penanganan judol butuh pendekatan holistik, bukan sekadar pemblokiran situs.

Exit mobile version