Lingkungan

DLH Gagas Percantik Hutan Kota Malabar dengan Jembatan Kaca

22
×

DLH Gagas Percantik Hutan Kota Malabar dengan Jembatan Kaca

Sebarkan artikel ini

INDONESIAONLINE – Hutan Kota Malabar di Kota Malang bakal semakin cantik jika rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terealisasi.

DLH berencana memberikan “santuhan” baru di Hutan Kota Malabar. Hal itu dilakukan agar estetika hutan kota tak terkesan monoton.

Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan terkait Hutan Kota Malabar. Dari situ ia menilai Hutan Kota Malabar perlu banyak sekali pembenahan.

“Ada aspek rencana ke depan digunakan sebagai sarana prasarana fasilitas umum sesuai perencanaannya. Jadi, kayak jembatan kaca, tapi biayanya cukup besar, sekitar 9-10 miliar,” kata Rahman.

Jika hal itu benar terealisasi, konsep tersebut nanti akan menjadi baru dan yang pertama di Jawa Timur,  khususnya di Kota Malang.

Rahman membeberkan bahwa rencana adanya jembatan kaca itu secara teknis akan melingkar di sepanjang Hutan Kota Malabar. Sehingga di situ juga akan ada semacam edukasi kepada pengunjung.

“Rencananya jembatan kaca akan ada di Hutan Kota malabar nantinya akan ada edukasi kepada pengunjung. Menyusuri Hutan Kota Malabar bukan dari bawah tapi dari atas. Tapi ini masih konsep perencanaan, karena ini sangat besar,” ujar Rahman.

Baca  10 Desa dan Kelurahan di Lumajang Masuk Nominasi Program Kampung Iklim Nasional

Menurut Rahman, jika dilihat sepintas, Hutan Kota Malabar memang seperti tidak terurus karena dedaunan yang berjatuhan terlihat menumpuk. Namun jika bicara konsep hutan kota, hal itu bagus sekali.

Di sisi lain, beberapa item pohon di Hutan Kota Malabar secara karakteristik dan variannya bagus sekali. Juga kepadatan antar ohon yang mendukung. Hal itu diketahui saat tim penilai Piala Adipura mampir ke Kota Malang.

“Beberapa saran dari akademisi itu sebenarnya hasil jatuhnya daun-daunnya tidak boleh dibersihkan. Jadi, itu akan membuat tingkat kesuburan pada hutan itu sendiri dan bisa mendukung varian yang ada di sekitarnya,” beber Rahman. (hs/hel)