Uncategorized  

Doa agar terhindar dari godaan setan dan jin, amalkan sebelum tidur sesuai nasehat Nabi SAW

Doa agar terhindar dari godaan setan dan jin, amalkan sebelum tidur sesuai nasehat Nabi SAW

INDONESIAONLINE – Bagi umat Islam, setiap melakukan berbagai hal dianjurkan untuk berdoa. Termasuk, saat akan beristirahat di malam hari.

Waktu malam dianggap waktu yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Tapi, bahkan saat tidur pun banyak godaan setan dan jin yang mengintai manusia.

Pada saat ini manusia berada dalam kondisi yang sangat lemah. Sedangkan gangguan setan tidak dapat diprediksi kapan akan datang dan seperti apa dampaknya.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebelum tertidur dalam tidurnya. Doa sebelum tidur perlu dibaca untuk memohon perlindungan kepada Allah saat kita tidur dan sesuai nasehat Nabi Muhammad.

Berikut 4 bacaan doa sebelum tidur yang perlu diamalkan sebelum tidur:

Doa pertama sebelum tidur yang paling umum dilakukan oleh umat Islam:

Bismikallahumma ahya wa amuut.

Itu berarti:

“Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan.”

Kedua, dianjurkan juga untuk membaca doa berikut untuk menenangkan diri saat tidur:

Allahumma gharatin nujum w hadaatil ‘uyun wa anta hayyun qoyyum ya hayyu ya qoyyum ahdi laili wa anim ‘aini.

Itu berarti:

Ya Allah, bintang-bintang telah redup, mata telah terpejam, Engkau Dzat yang Maha Hidup dan Bernyanyi Sendiri, Wahai Yang Hidup dan Wahai Dzat yang Bernyanyi, tenangkan malamku dan tenangkan mataku.

Ketiga, ada bacaan doa sebelum tidur agar kita terhindar dari siksa neraka yang pedih.

Allahumma qini ‘adzabika yauma tab’atsu ‘ibadaka.

Itu berarti:

“Ya Allah, peliharalah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.”

Keempat, bacalah doa berikut sebelum tidur agar terhindar dari gangguan setan saat tidur.

Allahu laa ilaaha illa huwal haiyul qaiyyum, laa takhudzuhuu sinatuw walaa nauum, lahu maa fii samaawaati wamaa fil ‘ardhi, man dzalladzi yasyfau indahuu illa biidznih, yaklamu maa baina’a la aidiyah ‘alahu’ hifdzuhumaa wa huwal ‘aliyyul adziim.

Itu berarti:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal dan terus-menerus memelihara (makhluk-Nya). Dia tidak tidur dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kepada-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di depan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa tentang ilmu Allah kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi Allah menutupi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Agung.”