JATIMTIMES – DPR semoat disebut “pengkhianat” oleh ribuan petani tambak yang berdemonstrasi menolak penghapusan alokasi pupuk bersubsidi di depan Kantor Bupati Lamongan, Rabu (2/2/2022) lalu. 

Memanggapi tudingan itu, anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Khilmi memberikan klarifikasi di depan awak media, Sabtu (5/2/2022), siang. Dalam kesempatan tersebut, dia memaparkan perjuangannya agar petani tambak kembali mendapatkan kuota pupuk bersubsidi sejak tahun 2020.

Khilmi mengaku saat ini sedang berjuang supaya petani tambak setiap tahun mendapat kepastian mendapatkan kuota pupuk bersudsidi. Nasibnya tidak digantung dan tidak perlu aksi demonstrasi lagi.

“Tidak benar jika dikatakan selama ini kita tidak memperjuangkan aspirasi petani tambak di Lamongan dan Gresik. Kami sampaikan bahwa Pemkab Lamongan contohnya, sering meminta bantuan ke kami agar dikomunikasikan ke Komisi IV DPR dan kementerian terkait,” ungkap Khilmi didampingi Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan Fraksi Gerindra Anshori.

Bahkan hasil dari koordinasi terakhir, petani tambak akan segera bisa mendapatkan pupuk bersubsidi kembali mulai pekan depan. Kepastian didapat setelah pemegang kebijakan beserta elemen terkait melakukan koordinasi, mulai dari Pemkab Lamongan, DPR RI, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta  PT Pupuk Indonesia selaku produsen pupuk.

Baca Juga  Duka PMI Asal Banyuwangi di Singapura, Baru Sebulan Kerja Tangannya Sakit, Tak Bisa Pulang ke Indonesia

“Saya di sini ingin menegaskan bahwa saya datang kemarin (saat unjuk rasa) atas undangan dari Dinas Perikanan Lamongan guna memberikan penjelasan kepada para petani tambak terkait alokasi pupuk bersubsidi bagi mereka. Bukan untuk mencari popularitas, karena selama ini bekerja untuk rakyat tanpa diekspos,” tegas Khilmi yang juga didampingi anggota Komisi D DPRD Lamongan dari  Fraksi Gerindra Imam Fadlli.

Khilmi menjelaskan, sebagai anggota DPR RI yang bertugas menyerap aspirasi masyarakat, memang sudah selayaknya untuk dapat membantu memecahkan masalah yang menjadi kesulitan konstituennya. Terutama di Dapil X Lamongan dan Gresik yang mengantarkannya melenggang ke Senayan.

“Apa yang memang menjadi kesulitan masyarakat Gresik dan Lamongan, maka akan saya upayakan solusinya karena saya terpilih dari dapil Gresik dan Lamongan,” terangnya.

Khilmi menyadari, pupuk merupakan bagian pendukung vital bagi pertanian. Termasuk bagi budidaya ikan tambak di Lamongan dan Gresik yang bukan dalam kelompok air asin.

Baca Juga  Guru Besar UI Sampaikan Petisi ke Jokowi: Negeri Kami Nampak Kehilangan Kemudi

“Pupuk itu nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah,l dalam budidaya ikan dan udang yang dilakukan para petambak. Kalau tambak air payau atau tawar, itu memang butuh pupuk. Sementara kalau tambak air asin, kan tidak butuh urea sepertinya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Jumat (4/2/2022), sore telah memastikan perolehan alokasi pupuk bersubsidi untuk petani tambak mulai Senin besok.

“Alhamdulillah, besok Hari Senin (7/2/2022) pupuk bersubsidi dengan jenis urea, sudah bisa didapatkan di kios. Sesuai hasil rapat dengar pendapat Komisi IV DPR RI dengan sekjen Kementerian Pertanian (Kementan) beserta jajaran, dirjen perikanan budidaya KKP, dirut PT Pupuk Indonesia dan menghasilkan dua rekomendasi,” kata pria yang akrab disapa Yes ini.

Dua rekomendasi terkait penetapan alokasi pupuk bersubsidi oleh Kementan berdasarkan data spasial dari luas tanam komoditas yang mendapat alokasi pupuk bersubsidi dan rekomendasi alokasi anggaran pupuk bersubsidi sektor perikanan menjadi tupoksi dari KKP.



M. Nur Ali Zulfikar