INDONESIAONLINE – Dunia sepak bola kehilangan salah satu bek terbaik sepanjang masa. Legenda AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada Kamis (30/7), meninggalkan warisan besar sebagai simbol kesetiaan dan sosok libero yang melegenda bersama Rossoneri.
Pria bernama lengkap Franchino Baresi itu lahir di Travagliato, Brescia, Italia, pada 8 Mei 1960. Masa kecilnya jauh dari dunia sepak bola. Bahkan, ia baru pertama menyaksikan pertandingan melalui televisi saat berusia 10 tahun.
Perjalanan Baresi bersama AC Milan dimulai pada 1972 ketika ia bergabung dengan akademi klub tersebut pada usia 12 tahun. Setelah sempat bermain di sejumlah posisi, ia akhirnya menemukan peran terbaiknya sebagai bek dan berkembang menjadi seorang libero.
Lima tahun menimba ilmu di akademi, Baresi dipromosikan ke tim utama. Debutnya bersama AC Milan terjadi pada 23 April 1978 di ajang Serie A musim 1977/1978 ketika usianya baru menginjak 17 tahun.
Pada musim debutnya, Baresi hanya sekali tampil. Namun, situasi berubah drastis pada musim berikutnya. Di Serie A 1978/1979, ia menjadi pilihan utama sebagai libero dengan mencatatkan 30 penampilan dan hanya absen karena akumulasi kartu. Penampilan impresifnya turut membawa AC Milan meraih gelar Scudetto sekaligus mengakhiri puasa juara liga selama satu dekade serta memutus dominasi Juventus.
Keberhasilan itu tak berlangsung lama. Pada musim berikutnya, AC Milan harus terdegradasi ke Serie B akibat skandal pengaturan taruhan pertandingan atau Totonero.
Saat klub berada dalam masa sulit, banyak pemain memilih hengkang atau pensiun, termasuk Fabio Capello. Baresi justru mengambil keputusan berbeda. Meski diminati sejumlah klub dari Italia, Spanyol, dan Inggris, ia tetap bertahan demi membantu Milan kembali ke kasta tertinggi.
Setelah promosi ke Serie A pada musim 1981/1982, AC Milan kembali terdegradasi semusim kemudian. Meski banyak pemain meninggalkan klub, Baresi tetap menunjukkan kesetiaannya dengan bertahan membela Rossoneri.
Selama 20 tahun memperkuat AC Milan hingga pensiun pada 1997, Baresi tidak pernah membela klub lain. Ia tercatat sebagai pemain pertama dalam sejarah Milan yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya hanya bersama satu klub.
Sepanjang kariernya, Baresi mempersembahkan enam gelar Serie A, dua trofi Serie B, empat Supercoppa Italiana, tiga gelar Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Intercontinental Cup.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, AC Milan memensiunkan nomor punggung enam yang selama bertahun-tahun dikenakan Baresi. Sejak saat itu, nomor tersebut menjadi simbol abadi yang identik dengan sang legenda.
Baresi, yang juga dikenal dengan julukan Kaiser Franz, dikenang sebagai salah satu libero terbaik dalam sejarah sepak bola. Kepergiannya menutup perjalanan seorang legenda, namun warisannya akan terus hidup di San Siro dan dalam sejarah AC Milan. (rds/hel)







