Buka Bootcamp Wastra Mataraman, Bunda Fey : Kita Ingin Lahir Banyak Desainer dari Kota Kediri

INDONESIAONLINEKetua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar bersama Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kediri Moch. Choirur Rofiq membuka Bootcamp Wastra Mataraman, Selasa (2/8). Bertempat di Aula SMKN 3 Kediri, kegiatan ini dalam rangka road show Dhoho Street Fashion (DSF). Bootcamp ini diikuti oleh 40 peserta.

“Selamat kepada Bapak, Ibu, dan adik-adik yang berhasil terpilih dari sekian banyak peserta untuk mengikuti bootcamp ini. Bank Indonesia memberikan fasilitas yang luar biasa. Banyak ilmu yang bisa diambil di bootcamp ini,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Bunda Fey ini berpesan agar para peserta mengikuti bootcamp selama 14 hari ke depan dengan sungguh-sungguh. Banyak ilmu mulai dari desain hingga _skill_ menjahit yang diberikan oleh pemateri. Dimana pemateri dari Wignyo and team. Dengan waktu yang singkat ini para peserta diharapkan bisa menghasilkan output yang luar biasa.

“Jangan disia-siakan 14 hari ke depan. Ini sekolah mahal sekali. ¬†Keseriusannya harus sudah hadir di awal. Mudah-mudahan 40 peserta yang ada bisa lulus bersama di 14 hari ke depan,” pesannya.

Foto: (Dok. Istimewa)

Bunda Fey berharap dari Kota Kediri akan lahir desainer-desainer baru. Kota Kediri ini punya wastra yang luar biasa seperti tenun ikat yang memiliki sejarah panjang. Bandar Kidul sudah menjadi produsen tenun ikat sejak Indonesia belum merdeka. Sudah menjadi tugas seluruh elemen yang ada di Kota Kediri untuk melestarikan tenun ikat ini.

“Tentu kita tidak ingin mendengar suatu hari nanti tenun ikat ini lenyap dengan alasan tidak ada lagi penenun. Itu ironi yang sudah banyak terjadi di banyak tempat. Kita tidak mau itu terjadi di Kota Kediri,” harapnya.

Sementara itu Kepala Kantor KPwBI Kediri Moch. Choirur Rofiq mengatakan kegiatan ini atas kerjasama KPwBI Kediri bersama Dekranasda. Tujuannya agar industri fashion di Kota Kediri tidak hanya berhenti pada produk hulu tapi juga produk hilir. Produk hulu ini produk yang diciptakan sebagai bahan baku fashion. Sedangkan produk hilir produk fashion yang siap jual.

“Di sini kami memberikan keterampilan itu. Apalagi sekarang produk fashion lokal ini banyak peminatnya. Tidak kalah dengan produk fashion luar negeri. Peluang fashion lokal ini sangat besar sekali,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Bunda Fey juga menyaksikan penandatanganan MoU antara KPwBI Kediri dan SMKN 3 Kediri mengenai Pelaksanaan Program Inkubasi Fesyen dan Produksi Fesyen. Turut hadir dalam kegiatan ini Deputi Kepala Perwakilan BI Wihujeng Ayu Rengganis, Kepala Sekolah SMKN 3 Kediri Eddy Priyo Utomo, Wignyo Rahardi and team, beserta tamu undangan lainnya.

You May Also Like

Harga Minyak Goreng Jadi 11.500 per Liter, Gubernur Khofifah Berharap Harga Ini sampai Konsumen Paling Akhir

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat di samping wali Kota Kediri. (foto:…

BI-FAST Lengkapi Fitur JConnect Mobile Bank Jatim untuk Transfer Lebih Murah

INDONESIAONLINE – BI-FAST merupakan salah satu layanan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia…