INDONESIAONLINE – Tahun 2023 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan memfasilitasi kelanjutan proses eksvakasi di area situs Candi Pendem atau Candi Manunjang yang berada di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pemkot juga menyiapkan anggaran Rp 270 juta untuk pembebasan lahan. 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Sintiche Agustina Pamungkas. Perempuan yang akrab disapa Iche ini menyampaikan, pembebasan lahan dilakukan untuk kelancaran proses ekskavasi situs Candi Pendem atau Candi Manunjang. 

“Sudah kami anggarkan di tahun 2023 (untuk pembebasan lahan) sebesar Rp 270 juta, (dengan) luasan (lahan) kurang lebih 100 meter persegi,” ungkap Iche, Selasa (28/2/2023). 

Untuk tahap awal pembebasan lahan, demi kelancaran ekskavasi situs Candi Pendem atau Candi Manunjang, akan dilakukan proses jasa konsultan appraisal pada Maret 2023. 

Baca Juga  Komuter Tabrak Truk Gandeng di Perlintasan Karangkiring Gresik

Iche menuturkan, jasa konsultan appraisal sendiri bertujuan mengetahui harga tanah di area situs Candi Pendem atau Candi Manunjang yang segera akan dilanjutkan ekskavasi. “Setelah adanya penentuan harga dari appraisal, nanti akan kita laksanakan pengadaan lahannya,” kata Iche. 

Untuk pengadaan jasa konsultan appraisal dan pembebasan lahan, Disparta Kota Batu tetap mengacu pada kaidah-kaidah pengadaan dan sesuai aturan yang berlaku. 

“Appraisalnya yang jelas dari KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik), karena sudah ada ketentuan untuk menentukan appraisalnya kan harus dari KJPP ya. Hasil dari appraisal yang nanti akan kami gunakan,” ujar Iche. 

Proses appraisal untuk lahan di area situs Candi Pendem atau Candi Manunjang, diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan. Nantinya, setelah satu bulan, baru Disparta Kota Batu akan mulai melakukan pembebasan lahan untuk perluasan ekskavasi. 

Baca Juga  PCNU Kota Batu: Peringatan Satu Abad NU Menjadi Spirit untuk Lebih Baik Lagi

Lebih lanjut, disinggung akankah pembebasan lahan seluas 100 meter persegi untuk kelanjutan proses ekskavasi di area situs Candi Pendem atau Candi Manunjang menggeser pemakaman di dekat lokasi ekskavasi, Iche pun mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi. 

“Untuk sementara ini tidak ada arah ke sana (perluasan lahan ke area makam). Karena kita sudah ada patokan atau batasan-batasan yang sudah dilakukan oleh Badan Pertanahan untuk lahan yang akan dibeli atau dibebaskan,” terang Iche. 

Sementara itu, Iche menegaskan bahwa pada intinya,  kelanjutan ekskavasi yang diawali dengan tahapan appraisal oleh konsultan, kemudian pembebasan lahan, merupakan upaya Pemkot Batu untuk melestarikan budaya. 

“Yang jelas dari Dinas Pariwisata sudah melakukan untuk perencanaan pengadaan lahan tersebut. Itu untuk melestarikan cagar budaya yang harus dipelihara dan dilestarikan,” pungkas Iche.