INDONESIAONLINE – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi lain sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui sinergi bersama Fakultas Teknologi Industri (FTI) UPN Veteran Yogyakarta dalam forum bertajuk Mengakselerasi Inovasi dan Keunggulan Akademik melalui Sinergi FTI UPN Veteran Yogyakarta dan FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang digelar pada 3 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi kedua institusi untuk saling bertukar pengalaman, menyelaraskan kebijakan akademik, sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan tinggi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
Forum tersebut dihadiri pimpinan fakultas, ketua program studi, pengelola akademik, serta tim penjaminan mutu dari kedua perguruan tinggi. Selama pertemuan, para peserta membahas berbagai strategi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penguatan tata kelola akademik yang adaptif dan inovatif dengan orientasi peningkatan kualitas lulusan. Kedua fakultas berpandangan bahwa tata kelola yang efektif merupakan fondasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tantangan global.
Selain itu, kedua institusi bertukar pengalaman mengenai pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pembahasan meliputi penyusunan capaian pembelajaran lulusan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, penerapan metode pembelajaran inovatif, hingga sistem asesmen yang berfokus pada pencapaian kompetensi mahasiswa. Implementasi OBE dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.
Penguatan akreditasi nasional maupun internasional turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Kedua fakultas saling berbagi praktik terbaik terkait penyusunan dokumen akreditasi, peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi, internasionalisasi program studi, serta pengembangan budaya mutu secara berkelanjutan. Melalui pertukaran pengalaman itu, masing-masing institusi diharapkan semakin siap menghadapi proses akreditasi di masa mendatang.
Pembahasan juga mencakup strategi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Sejumlah isu strategis yang dibahas antara lain peningkatan kompetensi lulusan, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, peningkatan publikasi ilmiah, pengembangan riset inovatif, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta perluasan jejaring kemitraan di tingkat nasional maupun internasional.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr H Agus Mulyono SPd MKes menegaskan bahwa kolaborasi antarfakultas merupakan langkah penting dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. “Kolaborasi seperti ini memberikan ruang bagi kedua institusi untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan menghasilkan berbagai inovasi dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat kualitas akademik, meningkatkan daya saing institusi, serta melahirkan lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan FTI UPN Veteran Yogyakarta menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu melahirkan inovasi dalam tata kelola akademik sekaligus meningkatkan kontribusi kedua institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa. (ars/hel)
