INDONESIAONLINE – Gunung Ruang merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Gunung Ruang termasuk gunung api pulau yang terletak di Sulawesi Utara (Sulut). Gunung ini mengalami erupsi pada Selasa (16/4/2024), dan kembali erupsi pada hari Rabu (17/4/2024).

Menurut data PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.), Gunung Ruang sempat erupsi lagi pada Rabu (17/4/2024) sekitar pukul 01.08 Wita. Erupsi terjadi karena gempa M 6,4 yang berpusat di Pulau Doi, Maluku Utara, pada Selasa (9/4/2024).

Hingga saat ini, Kamis (18/4/2024) status Gunung Ruang telah menjadi Level IV (AWAS) dari sebelumnya Level III (siaga) seiring dengan peningkatan aktivitas vulkanik. Hal ini disebabkan oleh gempa bumi tektonik yang mengguncang Pulau Doi di Maluku Utara.

Akibat erupsi yang gunung tersebut, kata Gunung Ruang pun menjadi trending di X pada Kamis, (18/4/2024). Banyak netizen yang turut berduka dengan erupsi nya gunung yang terletak di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara itu.

Tak sedikit warganet yang mencuitkan rasa dukanya di X. Hingga kini, sudah ada 31,4 ribu cuitan mengenai Gunung Ruang.

Baca Juga  Gus Farid Terpilih menjadi Ketua Pemuda FKUB Kota Kediri

“Pray For Sulawesi Utara

Gunung Ruang, ” Cuit akun @tanya** sambil membagikan foto Gunung Ruang saat erupsi.

“Gunung Ruang di Sulut berstatus Awas, berpotensi Tsunami kalo runtuhan tubuh gunung masuk ke laut – menurut PVMBG

Stay safe warga Pulau Ruang. Kini dah pada evakuasi untuk hindati erupsi dan awan panas.” Cuit @stay***.

Profil Gunung Ruang di Sulawesi Utara

Dikutip dari situs PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, secara geografis posisi Gunung Ruang terletak pada koordinat 2°19′ 18,30″ LU dan 125° 24′ 30,42 BT. Secara administratif Gunung Ruang berada di Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

Gunung Ruang merupakan gunung api bertipe strato atau gunung api berbentuk kerucut yang menjulang tinggi dengan ketinggian mencapai 725 d dpl (meter di atas permukaan laut), dari batas pantai sekaligus membentuk satu pulau tersendiri yang terpisah dengan pulau lainnya.

Sejarahnya, Gunung Ruang erupsi sejak 1808 dan memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 30 tahun. Erupsi terakhir terjadi pada 2002, yang merupakan erupsi eksplosif disertai awan panas, mengakibatkan kerusakan lahan dan pemukiman serta mengharuskan pengungsian penduduk.

Baca Juga  Rakor Persiapan Nataru, Bupati Yes Tekankan Jaga Keamanan dan Displin Prokes

Status dan Aktivitas Terkini Gunung Ruang

Gunung Ruang saat erupsi

Menurut laporan terkini dari PVMBG, berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang. Maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (AWAS) terhitung mulai tanggal 17 April 2024 pukul 21.00 WITA.

Sementara itu, PVMBG sempat mencatat Gunung Ruang mengalami aktivitas kegempaan sebanyak 944 kali dalam sehari dengan jumlah terbanyak gempa vulkanik dangkal. Peringatan tsunami juga sempat dikeluarkan dan mengharuskan penduduk yang bermukim di kawasan pesisir menjauh dari pantai.

Masyarakat yang bermukim di pantai barat Pulau Tagulandang diungsikan ke pantai timur untuk menghindari tsunami dan awan panas yang timbul akibat erupsi eksplosif dari Gunung Ruang.

Perlu diketahui, agar tidak keliru  Gunung Ruang di Sulawesi Utara ini berbeda dengan Gunung Raung di Jawa Timur. Gunung Raung merupakan gunung api yang terletak di Kabupaten Bodowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember, Jawa Timur. (mut/yak)