INDONESIAONLINE – Tantangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki lebih dari sekadar ijazah. Kemampuan mengembangkan diri, ketangguhan menghadapi perubahan, serta keterampilan menciptakan nilai tambah menjadi bekal penting untuk membangun karier di tingkat nasional maupun internasional.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan Yudisium Periode V Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Jumat (16/10/2026). Melalui kegiatan ini, para calon lulusan mendapatkan pembekalan untuk mempersiapkan diri memasuki lingkungan profesional yang kompetitif.
Dalam agenda tersebut, FST menghadirkan Muhammad Hisbullah, yang akrab disapa Bapak Bobby, selaku Indonesia Country HR Manager (People & Culture) PT LyondellBasell Advanced Polyolefins (PT LYB). Ia membagikan pengalaman sekaligus pandangan mengenai kompetensi dan karakter yang perlu dimiliki lulusan perguruan tinggi agar mampu berkembang di dunia kerja.
Muhammad Hisbullah menggarisbawahi tiga prinsip utama yang dapat menjadi pegangan dalam perjalanan profesional, yakni continuous learning, extreme resilience, serta value creation & diversity, equity, and inclusion (DEI). “Ketiga prinsip ini penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja,” ujarnya.
Prinsip pertama, continuous learning, berkaitan dengan kesediaan untuk terus belajar dan memperbarui kemampuan. Menurut perspektif ini, proses pendidikan tidak berakhir ketika seseorang menyelesaikan studi dan memperoleh gelar akademik. Perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, serta tuntutan industri membuat setiap individu perlu senantiasa memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan agar tetap sesuai dengan kebutuhan zaman.
Prinsip kedua adalah extreme resilience, yaitu kemampuan bertahan dan bangkit ketika menghadapi kesulitan. Ketangguhan ini juga mencakup kesiapan menyesuaikan diri dengan perubahan serta keberanian mencari jalan keluar dari berbagai persoalan.
“Di lingkungan kerja yang terus berkembang, penguasaan kemampuan teknis perlu disertai mental yang kuat agar seseorang mampu menghadapi tantangan secara efektif,” tandas Hisbullah.
Adapun prinsip ketiga, value creation & diversity, equity, and inclusion (DEI), menitikberatkan pada kemampuan menghasilkan kontribusi yang bernilai sekaligus membangun hubungan kerja yang inklusif. Lulusan diharapkan tidak hanya menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawabnya, tetapi juga mampu memberikan dampak positif, berkolaborasi dengan orang-orang dari latar belakang beragam, serta menghargai perbedaan di lingkungan profesional.
Ketiga prinsip tersebut mengingatkan bahwa gelar akademik merupakan titik awal untuk memasuki dunia profesional, bukan akhir dari proses pengembangan diri. Keberhasilan dalam berkarier turut ditentukan oleh kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi, menghadapi tantangan dengan tangguh, dan memberikan kontribusi yang bermanfaat.
Bagi FST UIN Maliki Malang, pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu sesuai bidang studinya, tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan pendukung yang dibutuhkan industri.
Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah, serta beradaptasi dengan perubahan menjadi aspek penting dalam menghadapi lingkungan kerja modern.
Melalui Yudisium Periode V Tahun 2026, FST UIN Maliki Malang berharap para lulusan dapat melanjutkan perjalanan setelah kampus dengan kesiapan dan keyakinan diri. Bekal akademik diharapkan dapat dipadukan dengan sikap profesional sehingga mereka mampu mengambil peluang, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
FST UIN Maliki Malang juga berharap para lulusan dapat berkiprah di berbagai sektor serta berkontribusi dalam lingkup nasional maupun global. (hsa/hel)






